RADAR JOGJA – Bawaslu DIJ menilai pelaksanaan pemungutan suara pilkada 2020 di 6.110 TPS di tiga kabupaten di DIJ berjalan lancar dan kondusif. Meski ada beberapa kejadian terkait penerapan prokes.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIJ Bagus Sarwono mengatakan, telah ditemui kejadian-kejadian yang berkaitan dengan protokol kesehatan (prokes) saat pelaksanaan pemungutan suara. Misalnya di TPS 10 Karanglo, Argomulyo, Cangkringan, Sleman di mana petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan pengawasn harus mendatangi para pemilih karena kawasan tersebut tengah menerapkan lockdown lokal. “Dikarenakan tujuh orang positif Covid-19,” tuturnya dalam jumpa pers kemarin (9/12).

Lalu di TPS 11 Kaliyan, Gunungkidul, lokasi pencoblosan terpaksa dipindah karena penghuni yang rumahnya dijadikan TPS tengah menjalani isolasi mandiri.”Terpaksa dipindah dan KPPS membuat TPS baru. Mendadak ada info yang punya sedang isolasi mandiri,” jelasnya.

Anggota Bawaslu DIJ Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Muhammad Amir Nashiruddin menambahkan, anggota KPPS juga melakukan jemput bola melayani pasien positif yang menjalani isolasi mandiri maupun di shelter.

Misalnya di shelter penampungan Rusunawa Gemawang yang terdapat 30 pemilih dan Asrama Haji sebanyak 52 pemilih . Jemput bola juga dilakukan di RSUD Saptosari. “Semua terlayani kecuali di RSUP dr Sardjito. Hanya pasien reguler sebanyak 31 orang. Pasien Covid sama sekali tidak terlayani. Alasannya karena pasien dalam kondisi kritis,” jelasnya.

Di sisi elektoral, pihaknya menemui ada beberapa TPS yang memiliki nomor bilik suara yang ukurannya berbeda. Pada bilik nomor 3 bentuk tulisan dan ukuran angka lebih besar. Atas kejadian itu, PTPS merekomendasikan agar nomor bilik dilepas. “Sudah diganti oleh pengawas jadi sama ukurannya,” tambahnya.

Anggota Bawaslu DIJ Divisi Penanganan Pelanggaran Sri Rahayu Werdiningsih, menjelaskan, Bawaslu juga menemui alat peraga kampanye (APK) di hari pencoblosan. Terpasang di Jalan Gejayan, Sariharjo. “Pagi tadi masih ada sejumlah alat peraga kampanye berjumlah 18 dari paslon no 3. Diduga semalam ada yang masang,” jelasnya.

Secara keaeluruhan, lanjut dia, pelaksanaan Pilkada berjalan lancar. Dilihat dari jumlah pelanggaran dibanding Pilkada sebelumnya. (tor/pra)

Jogja Raya