RADAR JOGJA – Jenazah Bendara Raden Ayu (BRay) Roswarini Prabukusumo dimakamkan di pemakaman khusus keluarga Keraton Jogjakarta, Hasta Renggo, Kotagede, Rabu (9/12) sekitar pukul 10.00. Sebelumnya ambulans yang membawa jenazah dari RSUP dr Sardjito juga melalui Ndalem Prabukusuman.

Dewan Kehormatan PMI DIJ Herry Zudianto (HZ) mengatakan, istri Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo, yang juga adik ipar Raja Keraton Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X ini dimakamkan dengan standar Covid-19.

Seperti diketahui, almarhum meninggal dalam usia 66 tahun di RSUP Dr Sardjito Rabu (8/12) pukul 19.31. Akibat menderita perdarahan aneurysma abdomen serta terinfeksi Covid-19. Sehingga pemakamannya harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hanya petugas ber-APD lengkap yang diperbolehkan masuk ke area pemakaman.

Menurut HZ, Prabukusumo bersikap tegar dan ikhlas untuk menerima kepulangan istrinya. Sebelum ditinggalkan almarhum, Ketua PMI DIJ itu sempat menjenguk istrinya di RSUP Dr. Sardjito. “Karena waktu itu kondisi ibu memburuk kami memberi tahu Mas Prabu dan kami meminta izin dokter untuk diperkenankan bisa menengok. Karena selama ini kan terpisah tidak boleh menengok satu sama lain,” kata Wali Kota Jogja 2001-2011 itu.

HZ menjelaskan, saat ini GBPH Prabukusumo masih dalam tahap pemulihan akibat terinfeksi Covid-19. Dia sempat dirawat di ruang ICU di sebuah RS rujukan Covid-19 di Jogja. Karena kondisinya telah membaik, Prabukusumo diizinkan menjalani isolasi mandiri di kediamannya.”Alhamdulilah Mas Prabu kondisinya baik, sehat. Beliau bisa isolasi mandiri di rumah. Tadi (kemarin) subuh sudah isolasi mandiri di rumah. Kami sama sekali tidak menyangka, almarhum malamnya meninggal,” jelasnya.

HZ melanjutkan, Prabukusumo sangat disibukkan dengan agenda kemanusiaan di PMI DIJ. Termasuk dalam upaya penanganan Covid-19 dan pemantauan pengungsian Merapi. “Dari PMI DIJ kami terus membantu masyarakat dalam rangka pencegahan spray tempat tertentu secara rutin dalam rangka agar tidak semakin berkembang pandemi Covid ini,” tuturnya.

Pelaksana harian ketua PMI DIJ Irjen Pol (Purn) R M Hakka Astana Mantika Widya mengatakan, karena kesibukannya, Prabukusumo sering berhadapan dengan banyak orang. Prabukusumo dan istrinya pun tertular virus asal Wuhan, Tiongkok tersebut walaupun telah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.”Saya kira Prabukusumo sangat menjaga protokol tapi betul-betul dia berhadapan banyak orang karena kesibukannya. Peran dari PMI untuk Covid-19 dan Merapi ini mungkin ini jadi benang merahnya ,” jelasnya.

Mantan Kapolda DIJ itu lantas mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang mendoakan dan mengantarkan almarhum ke tempat peribadatan terakhirnya. “Kami dari keluarga apabila ada kesalahan mohon dimaafkan. Dan mohon didoalan midah mudahan amal almarhumah diterima Allah dan dilapangkan kuburnya diampuni segala kesalahan,” ungkapnya. (tor/pra)

Jogja Raya