RADAR JOGJA – Kerabat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Jatiningrat membenarkan adanya kabar duka. Berupa berpulangnya Bendara Raden Ayu (BRAy) Prabukusumo di RSUP Dr Sardjito. Dia juga mengungkapkan BRAy Prabukusumo sempat menjalani tindakan medis terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19).

Walau begitu, pria yang akrab disapa Romo Tirun ini belum mendapatkan informasi detil. Termasuk proses dan waktu pemakaman. Hanya saja saat ini pihak keluarga tengah fokus pada selesainya tindakan medis terhadap GBPH Prabukusumo.

“Betul (kabar meninggal dunia) tapi saya terus terang belum mendapatkan informasi lengkap terkait ini. Gusti Prabu persiapan besok mau pulang, kami tidak berani menyampaikan ke beliau, masih di Sardjito beliau,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa malam (8/12).

Romo Tirun tak menampik GBPH Prabukusumo juga terkonfirmasi positif Covid-19. Adik dari Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini telah menjalani rawat inap isolasi. Hanya saja kondisi terbaru telah dinyatakan sehat dan membaik.

“Rencananya Gusti Prabu besok pulang (dari RSUP Dr Sardjito. Gusti Prabu Covid tapi sudah negatif dan besok boleh pulang. BRAy sudah di Sardjito juga, diisolasi di tempat berbeda tapi tidak tau di sebelah mana (ruang isolasinya),” katanya.

Gusti Prabu, lanjutnya, sempat berkomunikasi dengan Romo Tirun. Kaitannya memohon doa atas kondisi kesehatan BRAy Prabukusumo. Terutama oleh para kerabat dan juga abdi dalem Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
“Gusti Prabu minta istrinya didoakan, di masjid Rotowijayan sudah didoakan saat Magrib dan Isya. Ternyata badha Isya ada berita istri Gusti Prabu meninggal,” ujarnya. (dwi/ila)

Jogja Raya