RADAR JOGJA – Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Menurut Balai Penyelidikan dan Penelitian Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, rekahan di puncak gunung api di perbatasan Jateng-DIJ ini kian panjang.

Rekahan tersebut akan menjadi jalan munculnya kubah lava ketika Merapi erupsi nanti. “Rekahan panjang ini terjadi akibat desakan magma,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida di kantornya, Senin (7/12).

Dikatakan, BPPTKG belum mendapat visual atau gambar terkini puncak Merapi, terutama soal rekahan itu. Menurut Hanik, saat proses pengambilan foto dari atas kondisinya tertutup asap akibat aktivitas vulkanik di gunung api teraktif di dunia ini.

Ia hanya mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih tinggi. Kemudian kegempaan juga masih terjadi puluhan kali dalam sehari. Hal tersebut yang membuat Merapi masih berstatus siaga atau level III sampai saat ini.

Hasil pengawasan BPPTKG hingga Senin (7/12) pukul 12.0O, gempa guguran terjadi 9 kali, gempa hembusan 7 kali, gempa frekuensi rendah sekali, gempa fase banyak 49 kali, dan gempa vulkanik dangkal 7 kali. “Data seismisitas kegempaan dan deformasi masih tinggi. Tapi untuk deformasi (penggembungan) masih stabil perkembangannya,” lanjut Hanik.

Ia juga menambahkan, kubah lava masih belum terbentuk di puncak Merapi. Pihaknya masih menunggu terbentuknya kubah lava itu. “Perkembangan rekahan di kawah terjadi lebih panjang-panjang lagi. Kami masih menunggu dengan sabar,” tandas Hanik. (kur/laz)

Jogja Raya