RADAR JOGJA – MERIAS wajah atau make up sangatlah penting untuk memperindah penampilan. Khususnya untuk kalangan hawa. Beragam style make up dewasa ini bermunculan. Mulai dari tema klasik hingga tema dengan sentuhan seni atau art.

Inilah hobi make up pop art ala Beautygram, Dhiasasih Ulupi, 30. Dia selalu menampilkan perpaduan warna-warna cerah dengan nuansa gambar unik. Seperti bunga-bunga, awan-awan, karakter apa saja yang dia mau. Sesuai suasana mood.

“Ya inilah aku. Karakter aku,” ungkap Sasih di rumahnya, di Dusun Kutu Tegal, Sinduadi, Mlati, Sleman.

Bagi Sasih ber-make up dengan sentuhan seni memberikan kesan tersendiri. Memberikan energi positif bagi orang disekelilingnya juga justru menjadi diri sendiri karena lebih percaya diri. Terlebih, gambar-gambarnya dia buat khusus. Kadang terinspirasi dengan beauty ala-ala pinteres, kadang justru terinspirasi dengan gaya lukisannya sendiri.

“Membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam untuk membuat make up yang bener-bener sempurna,” katanya.

Menurutnya, melukis di wajah tidaklah mudah dibandingkan melukis pada kertas. Sebab, permukaannya berbeda. Apalagi saat menggambar di bagian pipi. Harus memiringkan muka terlebih dahulu jika hendak menggambar.

Pandangan harus fokus ke kaca dengan mata yang sedikit melirik. “Harus sering latihan agar terbiasa,” ungkapnya sembari mempraktekkan.

Ditakan, sebelum berkecimpung di dunia make up, dirinya sosok yang pemalu dan kurang percaya diri. Sasih, memiliki keterbatasan. Ya, dia merupakan penyandang disabilitas tuna daksa pada kaki. Dimana dia tak mampu berjalan semua sejak kecil.

Hingga suatu ketika, dia memiliki keinginan belajar make up. Mulai dari cara merawat kulit, membuat alis, memasang bulu mata hingga saat melukis wajahnya.

Berkat kegigihannya dalam belajar, hasil nya membuhakan. Dia mendapatkan support penuh dari banyak orang. Terlebih saat dia mulai berani menampilkan di media sosial. Dukungan pun semakin berambah.

“Akan terus eksplor dengan tema-tema baru,” ucap mahasiswa yang kini sedan menyelesaikan Sarjana Strata dua di Universitas Sanata Dharma Jogjakarta itu.
Tak ayal, dia pun konsisten menekuni make up tersebut dan semakin mengembangkan sayap dengan bergabung dalam management beauty baik di Jogjakarta maupun luar Jogja. Sehingga, hobi make up itu membuka peluang usaha.

Ya, dia mulai mendapat endorse produk-produk hingga permintaan make up dan konsultasi make up dari banyak orang.

Dijelaskan, make up art ditekuni sejak 2018 lalu. Meski sudah banyak yang menggeluti, dia yakin bahwa karakter yang dia buat memiliki khas sendiri. Layaknya mencampur banyak warna di dalam palet lalu menggorekannya pada kanvas.

Ke depan, Sasih berusaha mengeksplor lagi karakter lukisan pada wajahnya. Tak hanya dua dimensi, tetapi. juga tematik, dengan konsep tertentu. Selain itu dia berupaya menampilkan karakter make up tersebut di dunia nyata.

“Kalau pas nonton pameran atau jaga bazar aja sih aku tampil seperti ini. Kalau acara formal belum. Tapi kalau keinginan sudah ada,” pungkasnya. (mel/bah)

Jogja Raya