RADAR JOGJA – Pemerintah akhirnya memangkas jatah hari libur panjang akhir tahun. Tanggal 28-30 Desember 2020 yang awalnya dijadikan libur pengganti cuti bersama Idul Fitri, batal dijadikan tanggal libur.

Beberapa hal menjadi pertimbangan pemerintah pusat mengenai keputusan itu. Termasuk mengenai kasus penularan virus korona yang masih cukup tinggi.
Melihat hal itu, DIJ yang selama ini hidup dari dunia pariwisata tentu akan menghadapi tantangan tersendiri. Untuk itu, Pemprov DIJ mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah ini untuk menghabiskan waktu di DIJ saja. Tidak liburan ke daerah lain.

Selain karena waktu liburnya pendek, dengan tetap berlibur di DIJ bisa membantu peningkatan perekonomian DIJ. “Pertumbuhan ekonomi akan sangat terbantu dari situ, daripada liburan ke luar daerah hanya berhadapan dengan macet,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi Kadarmanta Baskara Aji kepada Radar Jogja.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo mengungkapkan, pihaknya telah menyalurkan surat edaran kepada destinasi maupun pemilik usaha di bidang pariwisata di DIJ. Surat itu berisi imbauan untuk tidak mengendorkan protokol kesehatan (prokes).

Selain itu Singgih juga mengingatkan destinasi wisata untuk kembali menyiapkan perlengkapan kesehatan yang diperlukan. Seperti pengecekan tempat cuci tangan, thermo gun, dan yang lainnya. “Jangan sampai perlengkapan itu tidak berfungsi saat wisatawan datang,” ujarnya.
Singgih juga menjelaskan di tahun ini mayoritas wisatawan di DIJ berasal dari DIJ sendiri. Kemudian disusul Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, dan DKI Jakarta.

Singgih meminta wisatawan dari luar yang akan berkunjung ke DIJ pada akhir tahun nanti untuk memanfaatkan aplikasi Visiting Jogja. Pada aplikasi itu sudah ada berbagai macam form yang harus diisi. Itu penting untuk membantu pemerintah melakukan pengecekan jika terjadi penularan Covid-19. (kur/laz)

Jogja Raya