RADAR JOGJA – Penambahan kasus Covid-19 di DIJ kembali mencatatkan rekor. Sebelumnya rekor tertinggi tercatat pada 5 November lalu dengan penambahan 168 kasus. Kamis (3/12) ditemui 189 kasus positif lagi di provinsi ini.

RADAR JOGJA FILE

Juru Bicara Pemprov DIJ untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, saat ini akumulasi kasus positif menjadi 6.384. Penambahan diperoleh dari hasil pemeriksaan 1.014 sampel dan 983 orang.

Kasus terbaru paling banyak terjaring dari hasil kontak tracing pasien positif yakni sebanyak 107 kasus. Kemudian pemeriksaan mandiri 35 kasus, skrining karyawan 10 kasus, dan perjalanan luar daerah satu kasus. “Adapun yang belum ada info terdapat 36  kasus,”  jelasnya kemarin.

Penambahan kasus sembuh juga terjadi sebanyak 77 kasus, sehingga total sembuh menjadi 4.573 kasus. Kemudian pasien meninggal karena Covid-19 bertambah satu orang, sehingga total kasus meninggal menjadi 148 kasus.

Berty kemudian menyampaikan ketersediaan tempat tidur (TT) bagi pasien korona di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di DIJ. “Penggunaan tempat tidur RS rujukan Covid-19 untuk TT critical ketersediaan ada 62 dan penggunaan 33, sehingga saat ini sisa 29 TT,”  kata Berty.

Untuk tempat tidur non critical guna merawat pasien dengan tingkat keparahan sedang ketersediaannya ada 492 tempat tidur. Sedangkan penggunaannya ada 397 tempat tidur, sehingga saat ini tersedia 95 tempat tidur.

Menyikapi penambahan kasus positif, Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji hanya meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes). Aji juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perayaan tahun baru.

Rame-rame yang tidak boleh itu berkerumun. Kalau pesta pertunjukan tentu tidak boleh karena timbulkan kerumunan. Kita tidak usah lakukan hal-hal yang dulu biasa dilakukan, misal pertunjukan musik, kembang api, karena menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Sejauh ini Pemprov DIJ belum melakukan pelarangan terkait aktivitas perayaan tahun baru. Namun penyelenggara acara wajib memperoleh izin dari Gugus Tugas bila ingin mengadakan kegiatan perayaan.

Aji juga akan menempatkan petugas penegak hukum, baik polisi maupun Satpol PP untuk memantau titik yang sering jadi keramaian, seperti Tugu Jogja dan Titik Nol Kilometer.

“Kami sudah berkirim surat ke bupati dan wali kota untuk diteruskan ke camat lurah  agar prokes dijalankan. Penegak hukum masing-masing, temasuk Bhabinsa saya harap melaksanakan tugas itu,”  paparnya. (tor/laz)

Jogja Raya