RADAR JOGJA – Diskes DIJ mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 di DIJ beberapa waktu terakhir ini. Namun situasinya diklaim masih terkendali. Karena kapasitas tempat tidur di RS rujukan Covid-19 mulai ditingkatkan.

“Kondisi mengalami eskalasi kasus tapi masih dalam kendali RS,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) DIJ Pembajun Setyaningastutie Rabu (2/12).

Sebagai antisipasi, beberapa RS pun telah berupaya menambah kapasitas tempat tidur dengan mempertimbangkan sumber daya manusia yang dimiliki.

Untuk tempat tidur non critical yang semula berkapasitas 404 tempat tidur kini bertambah 83 tempat tidur sehingga total kapasitas saat ini menjadi 487 tempat tidur. Jumlah itu berasal dari 27 RS rujukan yang ada di DIJ. Terkait ruang ICU untuk merawat pasien kritis, kapasitasnya meningkat sebanyak 13 tempat tidur.

Sehingga total kapasitas tempat tidur critical menjadi 62 tempat tidur. “RS yang menambah bed juga melihat kekuatannya. Kalau nakes banyak yang tumbang gantian dengan RS-RS lain,” paparnya.

Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) juga mengaku sudah menambah kapasitas bed di RS di Kota Jogja. Penambahan kapasitas jumlah tempat tidur tersebut sebagai bentuk komitmen tujuh rujukan penanganan Covid-19 di kota Jogja. Masing-masing RS berbeda kesiapannya tergantung dari ketersediaan dan kepadatan pasien yang ada. “Tadi dari tujuh rumah sakit yang komitmen sudah terbangun adalah tambahan 68 bed baik untuk perawatan intensif di lCU maupun isolasi,” katanya.

HP menjelaskan tujuh RS rujukan di kota Jogja yaitu RS Jogja, RS Pratama, RS PKU Muhammadiyah, RS Bethesda, RS Panti Rapih, RS Siloam, dan RS Dinas Kesehatan Tentara (DKT) dr. Soetarto. Semua tambahan itu tetap mengikuti persyaratan yang diperlukan. Bukan asal menambah kamar, melainkan memang layak dan memenuhi syarat untuk digunakan bagi perawatan pasien Covid-19.

Pun mereka atau pihak RS ini sebagian besar juga menyiapkan diri manakala memang diperlukan lebih banyak lagi tempat tidur sewaktu-waktu. “Jadi masih dimungkinkan untuk ditambah. Tahapan pertama ini tujuh rumah sakit rujukan akan nambah 68 bed,” ujarnya.

Menurut data Satgas Penanganan Covid-19 kota Jogja, pasien Covid-19 saat ini yang mendapat perawatan di RS dan isolasi mandiri berjumlah 173 orang. Dilihat dari jumlah kapasitas 149 bed yang ada, hanya 43 bed dihuni oleh pasien Covid-19 warga kota yang sedang perawatan di RS. “Artinya ada 106 itu berarti dihuni oleh warga dari luar kota Jogja atau luar provinsi,” kata Ketua DPD PAN Kota Jogja itu.

Juru Bicara Pemrov DIJ untuk Penanganan Covid-19 di DIJ Berty Murtiningsih menjelaskan, setelah ada penambahan kapasitas tempat tidur, saat ini ketersediaan bed non critical masih tersisa 102 tempat tidur. Ada pun ruang ICU tersedia 24 ruangan.

Jika ada penambahan kapasitas tempat tidur, bagaimana dengan tenaga kesehatannya? Pembajun mengaku, untuk mengoptimalkan penanganan Covid-19, gugus tugas telah mengusulkan bantuan 200 tenaga kesehatan (nakes) kepada pemerintah pusat. Namun, karena pemerintah kesulitan untuk memenuhi permintaan, Dinkes DIJ diperkenankan untuk merekrut nakes lokal.

“Saat ini berproses. Tapi ternyata di pusat juga banyak propinsi lain yang minta bantuan nakes. Setelah koordinasi kami diizinkan merekrut nakes lokal untuk diberdayagunakan,” jelasnya. “Nantinya pemerintah pusat akan memberikan bantuan dari segi pendanaan, misalnya penyediaan insentif,” lanjutnya.

Mantan Direktur RSJ Grhasia itu menambahkan, juga telah menjalin komunikasi dengan Persatuan Perawat Indonesia (PPNI) dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI). “Kami juga punya banyak institusi pendidikan kesehatan nah yang baru lulus akan kita beri pelatihan sebentar. Pada saat menangani sudah dengan kemampuan yang mumpuni,” jelasnya. (tor/wia/pra)

Jogja Raya