RADAR JOGJA – Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengakui ada permasalahan sistem informasi pendataan kapasitas ruang rawat inap isolasi. Ketujuh rumah sakit rujukan pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) masih menggunakan pendataan manual. Pelaporan kapasitas ruang isolasi hanya berdasarkan laporan berkala.

Penerapan sistem tersebut, berdampak signifikan. Terutama dalam merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19. Berupa munculnya jeda dalam penanganan kasus atau pasien Covid-19 di Kota Jogja.

“Ada problem sistem informasi yang belum real time. Jadi begitu (rumah sakit) ditelpon ternyata (tempat tidur) sudah terisi. Pekerjaan rumah kami untuk membangun sistem yang real time sehingga antar rumah sakit bisa mengetahui kapasitas bed,” ujarnya ditemui di Kantor Pemkot Jogja, Rabu (2/12).

Berdasarkan data terbaru, total kapasitas kamar tidur pasien Covid-19 adalah 149 kamar. Dari kapasitas total tersebut telah terisi 95 persen. Walau begitu kapasitas masih tercukupi dengan adanya penambahan 68 tempat tidur.

Uniknya dari total pasien yang ada, justru didominasi pasien luar wilayah. Tak hanya dari luar Kota Jogja tapi juga provinsi DIJ. Ini karena fasilitas medis di Kota Jogja juga menerima pasien lintas wilayah.

“Dari total pasien saat ini berdasarkan hitungan bed, hanya 43 yang warga Kota Jogja. Sisanya pasien luar kota DNA luar provinsi,” katanya.

Melonjaknya kasus sempat mencuatkan wacana rumah sakit darurat Covid-19. Skema ini telah diterapkan oleh Pemkab Bantul. Tepatnya sejak pertengahan pandemi Covid-19 sebagai pusat medis pelayanan pasien Covid-19.

Heroe memastikan skema ini belum dibutuhkan. Strategi utama adalah memperbanyak kapasitas tempat tidur bagi pasien Covid-19. Terutama di tujuh rumah sakit rujukan Covid-19. Sebanyak 30 persen dari total ruang rawat inap yang dimiliki.

“Rumah sakit darurat belumlah, sekarang Kota Jogja juga masih zona orange. Tapi memang memperbanyak jumlah bed (tempat tidur) karena potensi pasien dari luar kota juga tinggi. Jangan sampai kehabisan bed dan tidak bisa menangani pasien warga kota Jogja,” ujarnya.(dwi/sky)

Jogja Raya