RADAR JOGJA – Kendati kasus positif Covid-19 di DIJ masih fluktuatif, Gubernur Hamengku Buwono (HB) X mempersilakan wisatawan mengunjungi daerah ini saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) nanti. Walaupun diperbolehkan, protokol kesehatan (prokes) tetap menjadi perhatian.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendataan wisatawan di Malioboro untuk mempermudah upaya contact tracing. “Sudah cukup masuk Malioboro dan sebagainya tinggal dicatat (aplikasi) HP. Nama alamat kan memudahkan tracing. Kalau sakit dirawat, gitu saja,” jelasnya Selasa (1/12).

HB X mempersilakan wisatawan untuk mengunjungi DIJ. Pengelola tempat wisata dan perhotelan diminta menerapkan prokes secara konsisten. “Silakan saja datang, tidak ada masalah, yang penting tempat wisata dan hotel-hotel konsisten,” paparnya.

Ketika disinggung adanya lonjakan kasus beberapa waktu ini, HB X mengimbau masyarakat untuk mematuhi prokes kesehatan dan beradaptasi. “Ya, memang fluktuatif. Makanya tinggal di rumah, tapi kan kalau tinggal di rumah pada tidak mau,” katanya.

Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menjelaskan, upaya penegakan protokol kesehatan terus dilakukan. Misalnya di hotel, tempat hiburan, dan tempat usaha. Penegakan prokes yang dilakukan adalah razia masker dan supervisi atau cek kerumunan.

“Kami juga akan cek perkantoran milik pemerintah karena beberapa kasus terakhir perkantoran juga jadi klaster. Termasuk libur panjang kami turunkan 450 personil cek di lapangan,” paparnya.

Hingga November, ada 54 perusahaan yang menerima surat peringatan pertama (SP 1), 14 tempat usaha SP 2, 12 tempat usaha mendapat teguran tertulis, serta 26 tempat usaha mendapat teguran lisan. “Kalau yang SP 2 kembali ditemukan (pelanggaran) lagi, bisa ditutup sementara,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengawasi penerapan prokes pada acara-acara yang digelar masyarakat. Pemprov tak melarang adanya acara perayaan malam tahun baru. Namun penyelenggara wajib mengajukan izin kepada Gugus Tugas bila ingin menghelat acara.

“Tahun baru perayaan tidak ada larangan, tapi tetap harus ada izin dan menerapkan prokes. Sampai saat ini izin masuk ke saya belum ada,” tegasnya. (tor/laz)

Jogja Raya