RADAR JOGJA – Satu lagi orang yang berada di garda terdepan penanganan Covid-19 meninggal dunia. Kepala Dinsos Kota Jogja Agus Sudrajat berpulang Selasa(1/12) pukul 10.00 di RSUP Dr Sardjito, setelah terkonfirmasi positif Covid-19 pada 23 November lalu. Sejak Maret, Agus turun langsung dalam penanganan Covid-19 di Kota Jogja.

HERU PRATOMO-YUWANTORO, Radar Jogja, Kota Jogja

Mendung menyelimuti Kota Jogja Selasa sore (1/12), saat mobil jenazah milik Pemkot Jogja membawa jenazah Agus ke pemakaman Sarilaya, Mantrijeron, Jogja. Dengan protokol Covid-19 yang ketat, petugas BPBD Kota Jogja ber-APD lengkap memasukkan jenazah kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jogja itu ke pemakaman. Agus gugur dalam usia 55 tahun, meninggalkan istri Nelly Tristiana, dua anak (Nendra Primonik Sekar Rengganis dan Rajendra Arif Purba Buana) dan satu cucu.

Mobil jenazah yang membawa jenazah Agus itu pula yang selama sembilan bulan ini ditugaskan Agus untuk bantuan kendali operasi (BKO) ke posko dukungan (Posduk) operasi Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIJ. “Selama tugas Posduk Maret-Agustus, kami tidak pernah kekurangan ambulans jenazah, salah satunya berkat mobil jenazah pemkot yang di-BKO-kan ke kami,” kata Komandan Posduk Penanganan Covid-19 DIJ Pristiawan Buntoro.

Mobil jenazah itu digunakan untuk membawa jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 ke pemakaman di seluruh DIJ. Saat itu awalnya, kenang Pris, pada Maret 2020 ada jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 di RS Jogja asal Pracimantoro, Wonogiri. Karena kebingungan, belum ada yang mau mengantar jenazah. “Akhirnya TRC BPBD DIJ belum ada posduk yang mengantarkan. Sebagai rasa terima kasih Pak Agus me-BKO seluruh mobil jenazah,” ungkap Komandan TRC BPBD DIJ itu.

Tak hanya itu, awalnya para pengemudi mobil jenazah pemkot masih takut mengantarkan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19, mobil jenazah tetap diperbantukan ke posduk. “Oleh Pak Agus dikasih kuncinya…nyoh, sampai akhirnya para pengemudi mulai berani dan bersama posduk hingga ditutup,” katanya.

Tak hanya itu, lanjut manajer tim panjat tebing Asian Games 2018 ini, Agus juga sering berdiskusi dengan datang langsung ke posduk. Pengetahuannya itu yang akhirnya dipraktikkan saat penanganan jenazah positif Covid-19 diserahkan ke kabupaten dan kota. “Kami bersaksi beliau orang yang baik,” katanya.

Ketugasan Agus sebagai kepala Dinsos pun juga terkait penyaluran bantuan sosial (bansos). Bahkan di bawah kepemimpinan Agus, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengaku Kota Jogja banyak memperoleh pujian. Untuk pendataan warga penerima bansos dari pemerintah pusat, Pemprov DIJ maupun Pemkot Jogja. “Berkat kerja sama, ketelitian dan kehati-hatiannya, kita termasuk yang pendataan dan pengolahannya banyak dipuji oleh lembaga lain,” katanya.

Tak hanya itu, meski dengan latar pendidikan ilmu kesehatan, Agus juga mengkoordinasikan penyaluran bansos agar tepat sasaran. Juga menyiapkan dapur umum untuk melayani warga yang membutuhkan. Termasuk mempersiapkan dan mengetuai shelter untuk isolasi pasien terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala. Baik shelter di Jalan Veteran maupun di Rusunawa Bener, Tegalrejo.

“Bahkan Pak Agus juga yang mencarikan tempat pemakaman bagi warga yang kesulitan untuk dimakamkan. Masih banyak hal lainnya yang telah dilakukan di tengah perjuangan untuk membantu dan menyelamatkan masyarakat dari Covid-19,” jelas mantan wartawan ini.

Wawali Jogja ini juga menginformasi, Agus meninggal karena terpapar Covid-19 disertai komorbid. Mulanya Agus dinyatakan positif Covid-19 pada Senin (23/11), kemudian dirawat di RS Jogja. Sejak masuk rumah sakit, kondisi Agus menurun karena memiliki banyak komorbid yakni diabetes militus, jantung, dan penyakit lain.

Karena kondisinya itu dia dirujuk ke RSUP Dr Sardjito. “Banyak hal yang telah diberikan dan didedikasikan untuk membantu masyarakat melawan Covid-19. Terima kasih Pak Agus dan keluarga. Selamat jalan Pak Agus, semoga memperoleh tempat yang terbaik di sisi Allah SWT,” tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Haryadi Suyuti juga menyampaikan rasa duka dan belasungkawa atas meningalnya almarhum. Menurut dia, Agus bukan hanya merupakan pejabat tinggi pratama yang penuh dedikasi dan tangggung jawab terhadap bidang tugasnya. Tapi juga figur sahabat yang sangat perhatian dalam membangun relasi di lingkup Pemkot Jogja.

HS menambahkan, Covid-19 bisa saja mengenai siapa pun, di mana pun. Karena itu HS meminta agar semuanya, tanpa kecuali di mana pun tempatnya selalu menerapkan prinsip 4M sebagai protokol dasar Covid 19. Mulai dari mencuci tangan dengan sabun, mengggunakan masker, menjaga jarak fisik dan menghindari kerumunan.

Agus Sudrajat telah 32 tahun mengabdi di Pemkot Jogja. Mengawali karirnya sebagai CPNS Pemkot Jogja sejak 1988 dan diangkat sebagai PNS 1989. Sesuai latar belakang pendidikannya, pada 1998 diangkat sebagai jabatan fungsional pada RSUD Kota Jogja. Karirnya terus meningkat dan sejumlah jabatan pernah di embannya. Mulai kasi pelayanan, kabid, wadir hingga Plt direktur RSUD Kota Jogja. Pada 2015, Agus menjabat sekretaris Dinkes dan 2019 menjadi kepala Dinsos Kota Jogja. (laz)

Jogja Raya