RADAR JOGJA – Penyediaan bilik ayah bunda di barak pengungsian Kalurahan Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, menuai polemik. Bilik yang rencananya digunakan pasangan suami istri untuk berhubungan intim itu dinilai belum diperlukan.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti dalam kunjungannya ke barak pengungsian Senin (30/11) siang. “Saya rasa belum perlu, karena yang ada di sini justru kelompok rentan, lansia, dan anak-anak,” katanya kepada wartawan.

Menurut Ani, keberadaan bilik ayah bunda itu justru akan membuat anak-anak yang ada di barak pengungsian bertanya-tanya. Ia mengusulkan “bilik asmara” itu masih bisa digunakan untuk keperluan lain, misalnya ruangan ibu menyusui. “Bisa juga untuk tidur anak-anak yang rewel dan lain-lain lah,” ujarnya.
Bilik ayah bunda berada di sisi selatan barak pegungsian, bentuknya berupa bangunan tenda. Dalam bilik tersebut berisi kasur busa, dua rak plastik susun, kursi serta tempat sampah. Bilik itu baru dibangun Jumat (27/11).

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, penyedian ini sebagai implementasi arahan gubernur. Ini sekaligus sebagai upaya mendukung ketahanan keluarga dan pelayanan kemanusian.

“Jika pengungsian relatif lama, tentu akan ada kecemasan. Untuk itu perlu ketenangan bagi keluarga yang terpaksa mengungsi di sini. Di antaranya dengan penyediaan bilik ayah bunda untuk melepas rindu bagi pasangan suami istri,” kata Linda.

Dijelaskan, dengan adanya fasilitas khusus untuk pasangan suami istri (pasutri), terutama pasangan usia subur di pengungsian, diharapkan dapat menciptakan rasa tenang dan tenteram bagi mereka. Bagi pasutri yang akan menggunakan fasilitas ini, mereka harus melapor ke pos keamanan barak pengungsian, dengan menunjukkan KTP dan KK untuk memastikan mereka benar pasangan suami istri di pengungsian. “Namun untuk penggunaannya dibatasi berapa jam, sesuai juknisnya,” ujarnya.

Linda juga menjelaskan, bilik itu tidak melulu untuk langsung digunakan. Pihaknya hanya melakukan persiapan jika masa mengungsi di barak tersebut berlangsung lama. (kur/laz)

Jogja Raya