RADAR JOGJA – Dalam beberapa hari terakhir warga lereng Merapi dihebohkan dengan jejak yang diduga ditinggalkan macan tutul. Jejak itu tepatnya ditemukan di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Dusun Ngancar, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (20/11) lalu. Jejak satwa itu terlihat jelas di beton yang belum kering.

Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Glagaharjo Kopral Satu (Koptu) Eko Widodo mengatakan, pada Jumat lalu sejumlah warga menuju arah jalur evakuasi dan menemukan jejak mirip kaki macan di beton yang masih lembek. Kebetulan rumah Koptu Eko memang tidak jauh dari ditemukannya jejak kaki itu.

“Berawal dari kecurigaan, saya langsung datangi. Ternyata warga melihat jejak satwa yang diduga macan tutul itu,” ujar Eko kemarin (23/11). Eko mengatakan, pada 2018 dia dan warga bersama Resor Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) wilayah Cangkringan pernah mengecek keberadaan macan tutul selepas erupsi freatik Merapi.

Menurut Eko, kala itu juga sempat ada jejak, namun sampai saat ini belum ada warga yang mengaku melihat wujud macan tersebut secara langsung. Perkiraan Eko, jumlah satwa yang melintasi jalur evakuasi di jalur evakuasi Suruh-Singlar, Dusun Ngancar pada Jumat lalu ada dua sampai tiga macan.

“Mungkin yang dewasa itu ada satu, karena jejaknya paling dominan. Ada juga yang kecil. Di sela-sela jejak hewan yang besar dan kecil juga ada tapak kaki satwa yang masih remaja,” jelasnya.

Banyak yang mengaitkan kemunculan jejak kaki macan tutul itu dengan aktivitas Gunung Merapi yang terus meningkat belakangan ini. Namun, Eko tak mau berandai-andai.(kur/laz)

Jogja Raya