RADAR JOGJA – Penguatan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 terus disosialisasikan, khususnya kepada para pelaku usaha. Tidak cukup dengan 4M, pelaku usaha harus menyiapkan prokes spesifik sesuai karakteristik bidang usahanya.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, salah satunya pelaku UMKM di kios buku Shopping Center, Kompleks Taman Pintar merupakan usaha yang spesifik. Harus ada aturan prokes spesifik pula, tidak hanya 4M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan) yang mutlak.

“Buku ini kan sebenarnya spesifik, harusnya juga ada aturan khusus. Misalnya tidak boleh melihat secara langsung atau membuka buku,” katanya usai menjadi narasumber Bimtek Clean, Health, Safety & Environment (CHSE) untuk pedagang kios buku Taman Pintar, di Hotel The Alana Malioboro, Senin (23/11).

Meski pedagang buku di Kompleks Taman Pintar (Tampin) itu belum dilakukan verifikasi prokes oleh tim Satgas Kota. Namun secara pantauan sudah menjalankan prokes Covid-19 secara umum atau 4M tersebut. Ternyata, tidak cukup itu saja. Melainkan harus ada semacam alat yang bisa digunakan sebagai media untuk membuka buku.

“Karena kalau biasanya sudah buka buku, tidak mungkin tidak melihat kan. Makanya kita harus mengurangi potensi-potensi sentuhan seperti itu, yang akhirnya nanti akan disentuh satu sama lain,” ujarnya.

Menurut HP, pada aktivitas-aktivitas khusus tidak cukup hanya menjalankan 4M saja. Sebab, ketika karakteristik usahanya itu mengharuskan adanya aktivitas sentuhan tertentu, maka berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. Sehingga hal itu harus menjadi perhatian bersama.

Kepala Bidang Pengelola Taman Pintar Afia Rosdiana mengatakan, bimtek CHSE digelar untuk kembali mengingatkan lagi kepada 130 para pedagang buku agar tetap menjalankan prokes dalam aktivitas ekonominya. Selain juga menyesuaikan dengan Taman Pintar yang sudah menerapkan prokes CHSE lebih awal. “Tidak hanya pada momen tertentu, tapi setiap harinya prokes harus dilaksanakan,” katanya.

Terkait penerapan CHSE di kios-kios buku itu, sarana dan prasarana pun sudah disiapkan oleh Taman Pintar seperti wastafel cuci tangan. “Kalau prokes spesifik, kami tidak kemudian melarang pengunjung untuk menyentuh buku. Tapi tetap sebelum masuk area, kami sediakan cuci tangan,” tandasnya. (wia/laz)

Jogja Raya