RADAR JOGJA – SAAT ini ada delapan atlet panjat tebing yang tercantum dalam SK Puslatda PON DIJ. Mereka adalah Seto, Fari, Andika, Surya Agung Pangestu, Rahmayuna Fadilla, Amelia Windy Ariesta, Dyah Puspitaningtyas, dan Sukma Lintang Cahyani.

Sebetulnya di ajang Pra-PON tahun lalu hanya terdapat tiga atlet yang dinyatakan lolos sesuai kriteria KONI DIJ. Mereka adalah Rahmayuna, Dyah Puspitaningtyas, dan Sukma Lintang. Kala itu ketiganya berhasil meraih medali perak di nomor speed relay putri.

Meski begitu, tak ada jaminan bagi atlet yang lolos PON kriteria KONI akan diberangkatkan ke Papua. Sebab, panjat tebing memberlakukan sistem promosi degradasi atlet. Hal itu diungkapkan Pelatih Puslatda Panjat Tebing Sultoni Sulaiman.

“Kami masih memberi peluang bagi atlet lain yang mau ikut bergabung latihan di Puslatda. Ada kemungkinan bisa menggantikan atlet yang tercantum di atas bila menunjukkan progres yang bagus dan pada akhirnya yang terbaiklah yang kami pilih,” bebernya.

Artinya, jika ingin lolos para atlet masih harus berjuang agar benar-benar terpilih mewakili DIJ di ajang PON. Salah satu atlet panjat tebing DIJ Rahmayuna pun bertekad tampil sebaik mungkin dalam Puslatda. “Saya tentu akan berlatih sekeras mungkin dan yang paling penting jaga kondisi jangan sampai ngedrop agar latihannya tidak terganggu,”  ujarnya.

Yang jelas atlet 25 tahun itu akan membuktikan bahwa dirinya layak untuk mewakili DIJ di ajang multievent empat tahunan itu. Yuna, sapaannya, yakin usaha keras tak akan mengkhianati hasil. “Kalau nanti nggak jadi berangkat, berarti memang ada yang terbaik dari saya dan yang penting sudah berusaha maksimal,” kata atlet yang kini mengenyam pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Senada dengan Yuna, Dyah Puspitaningtyas juga mengaku akan mempersiapkan diri dengan baik. Apalagi, menurutnya, sejauh ini latihan berjalan lancar. “Latihan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Karena jika hanya sekadar latihan untuk menyelesaikan program yang diberikan pelatih, tentunya tidak akan bermanfaat,” ucap atlet yang akrab disapa Tyas ini.

Di PON nanti tim panjat tebing ditargetkan KONI DIJ meraih satu medali emas. Karena itu, panjat tebing akan sangat selektif memilih atlet agar dapat memenuhi target yang dicanangkan KONI. “Semoga dengan kerja keras kami bisa memberikan yang terbaik. Apalagi tim nanti akan bertemu lawan yang merata. Tapi pesaing terberat dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta,” terang Sultoni. (ard/laz)

Jogja Raya