RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Panjat Tebing DIJ akhirnya kembali menggelar latihan bersama di kompleks Stadion Mandala Krida. Sebelumnya tim panjat tebing terpaksa “ngungsi’ latihan di SMAN 3 Jogja karena markas tim PSIM Jogja itu ditutup sementara akibat pandemi Covid-19.

Sama seperti cabang olahraga (cabor) lain, tim panjat tebing juga sempat menjalani latihan mandiri selama kurang lebih tujuh bulan. Nah, dengan kembalinya ke Mandala Krida tentu menjadi angin segar bagi tim panjat tebing. Sebab, para atlet dapat kembali fokus dalam persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Oktober 2021.

Pelatih Puslatda Panjat Tebing DIJ Sultoni Sulaiman mengaku bersyukur karena sekarang timnya bisa berlatih sesuai program yang disiapkan. Menurutnya, Mandala Krida merupakan venue latihan yang ideal untuk menggelar latihan.

Alhamdulillah latihan di papan panjat Mandala Krida sudah kami mulai lagi di awal November. Kami senang bisa kembali ke sini karena latihan di nomor speed world record (WR) cuma di Mandala Krida yang paling efektif,”  ujarnya saat dihubungi Radar Jogja Jumat (20/11).

Dikatakan, saat ini latihan masih dalam tahap persiapan umum. Sehingga program latihan difokuskan ke latihan fisik. Meski begitu, Sultoni berujar progres latihan dinilai cukup baik. “Yang jelas kami terus memperbaiki kekurangan. Kalau kondisi fisik menurun, wajar saja karena situasi masih seperti ini,” terangnya.

Karena pandemi, Puslatda DIJ diberlakukan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat. Seperti disediakan tempat cuci tangan, memakai hand sanitizer, dan atlet wajib mengenakan masker.

Di sisi lain panjat tebing berencana menggelar uji coba pada Desember nanti. Adapun uji coba itu dilakukan untuk mengukur hasil latihan yang selama ini sudah dijalankan. Juga sebagai bahan evaluasi tim pelatih. “Rencananya kami beruji coba atau sparing dengan kontingen Jawa Tengah. Tapi tanggalnya belum tahu dan uji coba jadi yang pertama setelah beberapa bulan latihan mandiri,” beber Sultoni.

Sebelumnya, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ Djoko Pekik Irianto mendorong cabor Puslatda untuk menggelar uji coba. Ia menyebut uji coba sangat penting, terlebih waktu menuju PON hanya menyisakan 11 bulan lagi.

“Kami harapkan masa pandemi yang belum selesai ini minimal ada kompetisi virtual. Paling tidak ada tolok ukur dari proses latihan. Tentunya prokes harus dipatuhi, poinnya oke kita kejar prestasi, tapi keselamatan atlet tetap yang utama,” ucap Djoko. (ard/laz)

Jogja Raya