RADAR JOGJA – Pemkab Sleman telah menggunakan biaya tidak terduga (BTT) sebesar Rp 6,6 miliar untuk penanganan Merapi. Dari total BTT Sleman 2020 sebesar Rp 57,68 miliar.

Kabid Anggaran Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman Aji Wibowo menjelaskan, BTT yang telah terpakai Rp 17,84 miliar untuk penanganan Covid-19 dan penanganan Merapi. Rp 6,6 miliar dana BTT yang telah dipakai digunakan oleh beberapa organisasi perangkat daerah (OPD).

Seperti Dinas PUPKP Sleman yang mengajukan anggaran untuk perbaikan jalan sebesar Rp 1,649 miliar. Di antaranya perbaikan jalan Watuadeg Plosorejo menghabiskan dana Rp 776,8 juta, hingga perbaikan Jalan Srunen Rp 186,4 juta.

Dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Sleman, menggunakan dana Rp 641 juta untuk evakuasi ternak hingga pembuatan kandang penampungan ternak. “Dinas Sosial mengajukan anggaran untuk keperluan pengungsi sekitar Rp 281 juta,” jelas Aji Kamis (19/11).

Dana juga digunakan untuk keperluan pemasangan lampu di barak pengungsian dan jalur evakuasi, serta pembatas jalan oleh Dinas Perhubungan Sleman sebesar Rp 594,8 juta. Untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, menyerap anggaran BTT Rp 3,2 miliar. Digunakan untuk mempersiapkan barak pengungsian, dapur umum, serta perbaikan Jalan Suruh-Singlar sebesar Rp 2,65 miliar. “Masih ada beberapa OPD lain seperti Dinas Kesehatan, Satpol PP, hingga Dinas Pariwisata. Sisanya Rp 39,84 miliar dan cukup hingga akhir 2020,” tambahnya.

Menurut Aji, BTT Sleman bisa digunakan kapan saja dengan catatan dalam untuk kondisi bencana. Namun mekanisme pemakaian BTT adalah tenggat waktu bulanan atau mengikuti periodesasi masa tanggap darurat. Misalnya ada SK Bupati atau Edaran Bupati Sleman terkait darurat bencana. Seperti darurat Covid-19 serta tanggap darurat Merapi mulai 5 sampai 30 November. “Bisa menggunakan BTT. Namun, misalnya 1 Desember tanggap darurat dicabut, maka BTT tidak lagi bisa digunakan,” katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantana menuturkan, ketersediaan BTT 2020 masih mencapai Rp 67 miliar. Meskipun penanganan Merapi masih ditanggung Sleman, ia mengaku pihaknya siap membantu. Meskipun saat ini komando penanganan kedaruratan adalah Sleman. Sedangkan saat ini pihak provinsi masih sebagai pendamping. “Tetapi kami siap back up,” tuturnya. (eno/laz)

Jogja Raya