RADAR JOGJA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan bantuan sebesar Rp. 1 miliar kepada empat kabupaten di lereng Merapi. Untuk DIJ sendiri bantuan disalurkan ke Kabupaten Sleman.

Kepala BPNB Doni Monardo mengatakan, bantuan itu penggunaannya difokuskan bagi para pengugsi di Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten, dan Kabupaten Boyolali. “Kami memberikan bantuan Rp 1 miliar setiap kabupaten. Di DIJ untuk Sleman, yang lainnya tiga kabupaten di Jawa Tengah,” ujarnya di kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta, Kamis (19/11).

Dia menjelaskan, pemerintah setempat harus bisa membuat pengungsi dalam kondisi aman dan nyaman. Serta mengutamakan aspek keselamatan. Ini sejalan dengan instruksi presiden yakni Salus Populi Suprema Lex yang berarti keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi.

“Aman dari aspek keamanan secara umum dan nyaman dari aspek untuk dukungan logistik, obat-obatannya, fasilitas kesehatannya, sanitasinya, air bersih itu betul-betul bisa terpenuhi,” kata mantan Danjen Kopassus ini.
Seluruh daerah juga diinstruksikan untuk memberi prioritas kepada kelompok rentan. Seperti lansia, penderita komorbid, difabel, ibu hamil, dan balita.
BPPTKG diharapkan melakukan evaluasi dan update informasi setiap hari, sehingga masyarakat mendapat informasi yang akurat. “Sesuai perintah presiden, tiap kebijakan yang berhubungan dengan kebencanaan harus mengacu pada riset. Harus mengacu pada data-data yang diberikan ahlinya, pakarnya kita harus ikuti itu,” sebutnya.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, Doni juga menyumbangkan satu unit helikopter yang bisa dimanfaatkan pemerintah DIJ maupun Jawa Tengah untuk melakukan kegiatan operasional terkait Gunung Merapi. “Satu helikopter digunakan DIJ dan Jateng untuk mengantisipasi hal hal yang berhubungan dengan kebencanaan,” tandasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIJ Biwara Yuswantana menjelaskan, pengungsi Merapi di Sleman saat ini berjumlah 257 orang. Dari jumlah itu, 217 di antaranya adalah lansia. “Itu termasuk dengan pendamping, dan angka itu fluktutif,” paparnya.

Bantuan untuk Siapkan  Barak Pengungsian

Pemkab Sleman akan menggunakan bantuan Rp 1 miliar dari BNPB. untuk keperluan pengungsi, khususnya dalam mempersiapkan barak pengungsian. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Joko Supriyanto menjelaskan, pihaknya sudah menyiapkan satu barak pengungsian lain yakni Barak Gayam di Argomulyo, Cangkringan. Barak itu akan dimanfaatkan jika kapasitas di Kalurahan Glagaharjo sudah tidak mencukupi.
Selain itu, pihaknya juga masih mempunyai 12 barak lain yang perlu

dipersiapkan. “Oleh karena itu, dana bantuan yang diberikan oleh BNPB akan dialokasikan untuk persiapan barak pengungsian,” jelas Joko Kamis (19/11).
Hal yang perlu dipersiapkan di barak pengungsian, lanjut Joko, seperti sekat, ketersediaan air, hingga sarana dan prasarana untuk penunjang protokol kesehatan. Untuk kebutuhan air yang sebelumnya sempat terganggu di pengungsian, Joko mengaku saat ini sudah tersedia.

Adanya penampungan air juga diberikan untuk antisipasi saat saluran air mati. Selain untuk barak pengungsian, Joko mengaku dana bantuan juga akan dialokasikan untuk kebutuhan lain pengungsi yang sangat mendesak. “Akan dikoordinasikan dengan berbagai pihak,” lanjutnya. (tor/eno/laz)

Jogja Raya