RADAR JOGJA – Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional DIJ menutup sementara Underpass Kentungan di Jalan Kaliurang sisi utara mulai hari ini hingga 19 November mendatang. Selasa (16/11) dilakukan simulasi penutupan underpass untuk melihat potensi kemacetan di kawasan itu.

Uji coba dilakukan sekitar pukul 07.30 hingga 09.00. Akibat pengalihan arus lalu lintas, terjadi antrean kendaraan di Ring Road Utara dari arah barat menuju timur. Sebab arus kendaraan dialihkan menuju jalur lambat.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Sleman Marjanto mengatakan, pasca penutupan titik-titik kemacetan berpotensi muncul di beberapa lokasi. Misalnya di simpang empat Kentungan, khususnya dari arah barat, Condongcatur, dan UPN “Veteran” Yogyakarta (UPNVY).

“Perlu ada rekayasa pengaturan lampu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) untuk memecah penumpukan kendaraan. Termasuk nanti yang dari arah Jombor,” katanya.

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya memberlakukan pengaturan lampu APILL di simpang empat Kentungan. Durasi lampu merah bakal ditambah pada jalur kendaraan arah selatan ke utara serta dari barat ke timur.

Lebih jauh untuk mengurangi macet, kendaraan berat diimbau tidak melintasi Underpass Kentungan. Jajarannya bersama Satlantas Polres Sleman akan menerapkan pengalihan arus khusus kendaraan berat yang melintas ke arah Solo. “Kami alihkan lewat selatan, jadi ke Gamping. Pengguna jalan harapannya juga sudah mulai mencari alternatif lain untuk menghindari Underpass Kentungan,” tuturnya.

Marjanto berharap proses perbaikan bisa berlangsung cepat, sehingga kemacetan dapat segera diurai. “Harapannya bisa dipercepat dua hari saja, supaya tidak ada kemacetan panjang. Ini saja sudah macet, padahal baru satu jam uji coba,” terangnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DIJ Satker PJN Kementerian PUPR Julian Situmorang menjelaskan, perbaikan dan penutupan dimulai sejak pukul 08.00. Perbaikan ini menyasar drill atau saluran air di sisi utara underpass. Kondisinya banyak dikeluhkan pengendara karena posisi drill tidak sejajar dengan aspal jalan.

“Drill akan kami naikkan selevel dengan aspal. Kami buat supaya tidak ada dampak langsung dari kendaraan berat terhadap drill itu. Secara struktur tidak ada masalah, cuma demi kenyamanan berkendara saja,” terangnya saat uji coba pengalihan arus lalu lintas.

Dia menjelaskan, saat perbaikan underpass tidak ditutup sepenuhnya. Yang ditutup hanya jalur kendaraan sisi utara atau jalur dari arah barat ke timur. Sementara jalur dari arah timur ke barat masih bisa diakses oleh kendaraan bermotor. “Kendaraan dari arah Magelang (barat) kami alihkan ke jalur lambat. Ini skema yang akan diterapkan bersama Dishub,” jelasnya. (tor/laz)

Jogja Raya