RADAR JOGJA – Bantuan Sosial Tunai (BST) gelombang II tahap delapan sangat dirasakan manfaatnya bagi warga Kota Jogja. Khususnya bagi penerima manfaat berkebutuhan khusus atau kaum difabel. Salah satunya Edi Sugianto. Warga Kecamatan Jetis, Jogja ini saat ditemui mengaku senang menerima BST tersebut.

Edi mengatakan, merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan Kemensos melalui Kantor Pos Indonesia itu. Terutama dimasa Pandemi Covid-19, usahanya sebagai tukang reparasi koper mandeg. “Uangnya akan saya pakai untuk tambahan modal usaha,” kata mantan atlet Paralimpik era Presiden Soeharto di tahun 1986 itu singkat.

Selain itu, Edi mengungkapkan kepuasannya atas pelayanan dari panitia penyaluran BST Kantor Pos Besar Jogjakarta. Saat pengambilan dirinya merasa sangat terbantu.“Tim sangat sigap melayani. Kami penyandang disabilitas terbantu. Tanpa menunggu lama pengambilan bantuan berjalan lancar tanpa berdesakan,” ujarnya, Sabtu (14/11).

Sementara itu, Kepala Kantor Pos Besar Jogjakarta Arif Yudha Wahyudi mengatakan BST merupakan sinergi antara Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI)  dengan PT Pos Indonesia dalam penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) ke masyarakat.Arif mengungkapkan, penyaluran BST gelombang II tahap delapan sejumlah Rp 300 ribu itu sukses tersalurkan.

Menurutnya, daya serap BST mencapai 98 persen. Sedangkan 2 persen sisanya tidak bisa disalurkan karena penerima manfaat meninggal dunia dan tidak ada ahli warisnya.

“Terhitung sejak bulan April 2020 hingga sekarang, BST sudah berjalan memasuki tahap delapan. Dijadwalkan tahap sembilan akan segera cair pada bulan Desember mendatang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arif berharap kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) supaya bantuan digunakan untuk suatu hal yang bermanfaat. Jangan sampai dibelikan sesuatu yang tidak pokok tapi yang penting-penting buat keluarga misalnya sembako atau tambahan modal usaha,” ujarnya.

Terkait pelayanan, pihaknya memang memprioritaskan lansia dan penyandang disabilitas. “Personel yang bertugas dilapangan kami minta jemput bola bila menjumpai lansia atau kaum difabel. Kami dahulukan pelayanannya,” ungkap arif. (sce/naf/ila)

Jogja Raya