RADAR JOGJA – Pihak Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) masih menemukan peternak yang mencari rumput di wilayah atas. Yakni di dalam radius 5 kilometer yang ditetapkan Balai Penyeledikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) sebagai daerah rawan bahaya Merapi.

Kepala TNGM Pujiati menjelaskan, rata-rata perumput adalah usia kisaran 50 tahun. Meskipun mereka telah memiliki pengalaman dan paham akan situasi Merapi, pihaknya tetap mengkhawatirkan keselamatan perumput jika bencana sewaktu-waktu terjadi.

Menurutnya, beberapa perumput sebelum naik sudah berpesan kepada keluarga maupun tetangga. Serta ada beberapa masyarakat yang saat merumput dibekali dengan alat komunikasi HT. “Perumput juga ditemukan dari masyarakat Glagaharjo,” jelas Puji Kamis (12/11).

Meskipun demikian, Puji masih belum bisa memastikan jumlah perumput yang datang merumput di wilayah TNGM. Namun untuk total perumput yang ada di kawasan TNGM mencapai 1.694 orang. Yakni perumput dari Kabupaten Sleman, Magelang, Klaten, dan Boyolali. “Perumput yang naik ada yang berjalan kaki dan ada yang memakai motor,” lanjutnya.

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan pelatihan mitigasi bagi para perumput. Setidaknya ada 49 perumput dari Turgo dan 59 perumput dari Galagaharjo yang sudah diberikan pelatihan mitigasi. Misalnya bagaimana cara menyelamatkan diri dan turun saat terjadi bencana.

Luas wilayah TNGM sekitar 6.600 hektare. Dengan 85 persen wilayahnya masuk dalam kawasan rawan bencana (KRB) III. Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan BPBD untuk kembali mendata masyarakat yang masih sering naik merumput. Mengingat di wilayah Kalitengah Lor masih ada ratusan ternak yang belum diungsikan ke bawah. “Sehingga tidak menutup kemungkinan masyarakat masih sering naik mencari rumput,” kata Puji.

Sementara itu, Panewu Cangkringan Suparmono mengakui setiap harinya masih ada pengungsi yang naik di pagi hari. Untuk kembali merumput dan merawat ternak yang masih belum dievakuasi. Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan dengan diterjunkannya petugas keamanan. “Untuk berjaga-jaga karena sepertiga sampai seperempat pengungsi kembali lagi ke Kalitengah Lor saat pagi,” ungkapnya. (eno/laz)

Jogja Raya