RADAR JOGJA – Dinsos DIJ menyebut proses penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) tahap delapan berjalan lancar. Hasil koordinasi dengan PT Pos Indonesia dan perbankan penyalur, hingga Kamis (12/11) sudah tersalurkan ke 142.857 KPM.

“Proses masih berjalan dan laporan yang kami terima sejauh ini berjalan lancar,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIJ Endang Patmintarsih Kamis (12/11).

BST tahap delapan ini di DIJ disalurkan ke 152.224 keluarga penerima manfaat (KPM). “Realisasinya hingga kini sudah 142.857 KPM,” lanjutnya.

Endang mengklaim tidak ada masalah dalam penyaluran ke KPM. Menurut dia, bersama penyalur, Dinsos DIJ sudah melakukan evaluasi penyaluran. Beberapa persoalan yang sering ditemui, kata dia, terkait dengan verifikasi nomor rekening. Ada juga yang KPM sudah berpindah alamat.

“Ada pula yang kemudian digolongkan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa) sehingga tidak bisa mengambil, tapi dananya tetap utuh,” tuturnya.

Persoalan lain seperti dobel data, Endang menyebut sudah dilakukan validasi ulang. Validasi juga dilakukan supaya tidak ada dobel penerima bantuan. Serta pemerataan supaya semua warga terdampak pandemi Covid-19 memperoleh bantuan.

Dia mengatakan, sejatinya bantuan sosial tunai (BST) yang diambilkan dari APBN, diperuntukan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19. Juga meningkatkan daya beli masyarakat dan menjangi pengungkit perekonomian.

“Peruntukannya untuk kebutuhan dasar, seperti makan,” katanya.

Karena itu sejak penyaluran periode pertama hingga kedelapan ini, pihaknya terus melakukan proses validasi. Untuk itu, Endang berharap peran serta masyarakat. Termasuk warga yang sudah terdata sebagai penerima BST, jika sudah merasa mampu dan tidak layak menerima, bisa melaporkan diri. “Supaya bisa diusulkan diganti dengan warga lainnya yang lebih berhak menerima,” katanya

Endang mengaku, hingga delapan periode penyaluran ini belum ada warga yang melaporkan diri untuk dicabut sebagai penerima BST. Justru sebaliknya.

“Kebanyakan malah protes kok tidak dimasukkan sebagai penerima,” ujarnya sambil tertawa.

Terkait hal itu, pihaknya hanya bisa memberikan penjelasan kriteria penerima BST. Menurut dia, utnukdata penerima BST diambilkan dari data terpada kesejahteraan sosial (DTKS) Kementerian Sosial per Januari 2020 lalu. Sudah disebutkan parameter warga yang masuk dalam DTKS dan berhak memperoleh BST. (*/naf/tif)

Jogja Raya