RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman memfasilitasi rapid diagnostic test (RDT) bagi relawan di barak pengungsian Banjarsari, Senin (9/11). Hal ini dilakukan kepada 60 relawan yang berasal dari wilayah Glagaharjo, Cangkringan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Sleman Novita Krisnaini menjelaskan, RDT dilakukan untuk mengantisipasi adanya klaster baru Covid-19 di pengungsian. Mengingat wilayah Glagaharjo yang masih berzona hijau, maka tes dilakukan bagi relawan yang berasal dari luar wilayah Glagaharjo. “Pengungsinya mudah-mudahan bersih karena Glagaharjo termasuk zona hijau, tidak ada kasus,” jelasnya.

Jika dari hasil RDT nantinya ada yang reaktif, tambah Novita, maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa tes swab. Sedangkan saat ada pergantian relawan, Novita juga memastikan akan melakukan RDT. Sehingga relawan yang akan melakukan kegiatan di barak pengungsian, akan dipastikan dalam keadaan sehat.

Sementara itu, salah seorang relawan Tagana Sunardi, 53, mengaku senang bisa melakukan pemeriksaan RDT. Hal ini karena ia bisa memastikan kondisinya dalam keadaan sehat atau tidak. Mengingat warga Condongcatur itu bertugas di dapur umum yang sering berinteraksi dengan pengungsi. “Apalagi Taruna Siaga Bencana juga ada yang bertugas di dapur umum Asrama Haji,” tuturnya.

Sedangkan untuk tetap menjaga dan meningkatkan imunitas lansia saat berada di barak pengungsian, Tagana juga mengajak lansia untuk senam bersama. Relawan Tagana Suratinah menuturkan, senam sangat penting untuk menjaga imunitas lansia saat berada di pengungsian. Senam yang dilakukan lansia fokus pada relaksasi kaki hingga senam vitalitas otak.

Selain diajak senam, lansia juga akan diajak bermain. Tujuannya agar mereka tidak stres saat berada di barak pengungsian. “Kami ajak senam macam-macam. Juga bermain agar simbah tidak stres,” ungkapnya. (eno/laz)

Jogja Raya