RADAR JOGJA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berupaya kembali menggairahkan industri pariwisata dan ekonomi kreatif. Tentu dengan adaptasi kebiasaan baru yakni memerhatikan protokol kesehatan secara ketat.

Direktur Pemasaran Regional I Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu menjelaskan, pandemi Covid-19 telah merubah tatanan kehidupan masyarakat. Bukan hanya secara nasional regional tapi juga global. Salah satu sektor yang paling terdampak adalah sektor pariwisata.

“Sektor pariwisata bisa dikatakan dying, sekarat, karena bulan Februari-Maret masyarakat sudah mulai melakukan segala aktifitasnya dirumah. DNA pariwisata adalah perjalanan. Bila perjalanan terhenti, maka terhenti pula napas kehidupan pariwisata,” jelasnya di sela sosialisi gerakan ‘Di Indonesia Aja’, Minggu (8/11).

“Dua hal yang sangat penting, yang pertama dalah kesehatan dan yang kedua adalah perekonomian. Dua-duanya sangat penting” ujar Jemadu.

Pihaknya mengajak masyarakat berwisata dengan tetap memegang teguh gerakan 3M protokol kesehatan. Yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak.

Jemadu menambahkan, nantinya  slogan ‘Di Indonesia Aja’ akan dilokalkan oleh pemerintah daerah setempat misalnya ‘Di Jogja Aja’, ‘Di Bali Aja, dan sebagainya.

“Sudah telah delapan bulan masyarakat telah jenuh di rumah, mari kita kembali bangkit dari keterpurukan. Kalau tidak bisa jauh-jauh, di Jogja saja,” ajaknya.

Jogja Raya