RADAR JOGJA – Tim Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) biliar DIJ terus mematangkan persiapan jelang berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Karena pandemi, tim biliar masih memberlakukan latihan mandiri sejak Maret lalu. Para atlet tetap berlatih intensif sesuai dengan program yang diberikan tim pelatih.

Pelatih Puslatda biliar DIJ Adib Daoudy mengatakan, latihan berjalan cukup lancar meski anak asuhnya berlatih secara terpisah. Beberapa di antaranya ada yang berlatih di Pekalongan, Jogja, dan Jakarta. “Anak-anak tetap berlatih, cuma dari kami memberikan materi latihan saja dan belum latihan secara berkumpul. Tapi karena biliar merupakan hobi mereka, jadi tetap berlatih untuk mendapatkan feel agar tidak hilang,” ujarnya saat dihubungi Radar Jogja Kamis (5/11).

Lantas, kapan biliar akan kembali latihan bersama? Adib pun belum bisa memastikan. Sebab, sejauh ini belum ada arahan maupun koordinasi lanjutan dari KONI DIJ untuk memulai Puslatda. “Kami hanya diberikan gambaran bahwa akan segera dimulai Puslatda, tapi untuk venue cabor milik pemprov. Sedangkan biliar kan tidak punya venue yang dimiliki pemprov. Kami masih sewa tempat latihan yang tentu perlu biaya dan pembicaraan dulu dengan KONI,” bebernya.

Ya, selama pandemi cabor Puslatda memang mengalami keterbatasan anggaran. Sebab, dana Puslatda harus dikembalikan ke pemprov untuk penanganan Covid-19. Alhasil, cabor kesulitan menjalani latihan bersama karena terbentur biaya sewa venue. Selain itu, sebelumnya tempat latihan juga sempat ditutup sementara akibat Covid-19.

Kendati demikian, latihan mandiri tidak terlalu menjadi masalah bagi tim biliar. Meski dihadapkan dengan keterbatasan, toh mereka tetap bisa melakoni latihan secara rutin. Beberapa atlet juga ada yang berlatih di klub masing-masing.

“Ya, alhamdulillah meski dari biliar dananya ada yang ditarik, tapi sedikit ya kebetulan waktu itu dana yang masuk sudah untuk pembelanjaan alat. Jadi alat sudah kami bagikan ke atlet dan sudah dipakai latihan juga,” terang Adib.

Disamping itu, progres latihan sejauh ini dinilai sangat baik. Selama latihan mandiri tim pelatih tetap memantau perkembangan para atlet. Termasuk menganjurkan menjaga pola makan, istirahat, juga kebugaran fisik.

“Tetap anak-anak juga menjaga fisik meski tidak secara rutin dan stabil ya. Karena bagaimanapun olahraga berfikir juga memerlukan stamina yang kuat, kestabilan, fokus dan jaga imunitas, apalagi saat ini pandemi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua II KONI DIJ Rumpis Agus Sudarko menyatakan adanya refocusing anggaran akibat pandemi membuat dana untuk persiapan terbilang minim. Sehingga pihaknya belum bisa memfasilitasi semua cabor. “Bahkan honor saja tidak sampai 50 persen. Jadi untuk sewa venue khusus belum ada karena kami masih harus menghitung,” jelasnya.

Rencananya, pekan depan KONI DIJ akan memulai kembali Puslatda secara normal. Namun, venue yang digunakan hanya beberapa fasilitas olahraga milik Pemprov DIJ. “Terus terang kami kesulitan untuk venue diluar milik pemprov. Kami berharap cabor bisa mencari solusi terbaik untuk tetap bisa latihan karena kondisinya memang sedang sulit,” tandas dosen senior yang mantan dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu. (ard/laz)

Jogja Raya