RADAR JOGJA – DI ajang PON XX Papua 2021 tim biliar DIJ diperkuat enam atlet terbaik. Mereka adalah Gebby Adi Wibawa Putra yang turun di divisi snooker putra 6 reds, Wisnu Eko Marsudi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double), Iwan Aprianto (pool putra 9 ball single dan 15 ball double), Agus Deser Efendi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double), Widi Harsoyo (pool putra 9 ball single dan 15 ball double), dan Lafitri Panca Wardani (pool putri 9 dan 10 ball).

Di gelaran multievent empat tahunan itu KONI DIJ mematok target tinggi untuk tim biliar. Yakni, meraih satu medali emas dalam ajang yang akan berlangsung pada Oktober tahun depan itu.

Ketua Umum Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) DIJ Jani Sulistyo mengatakan, tim biliar siap memenuhi target yang dicanangkan KONI DIJ. Pihaknya pun optimistis bisa membawa pulang emas PON. Apalagi tim biliar dihuni oleh pebiliar senior yang cukup berpengalaman. “Target emas itu dari Gebby, dia atlet Pelatnas yang sudah pernah ikut berbagai ajang bergengsi seperti SEA Games. Dia juga sudah beberapa kali ikut PON,” ujarnya.

Kendati demikian, Jani juga berharap semua atlet bisa berprestasi di PON nanti. Bahkan diharapkan bisa melebihi target dari KONI DIJ. “Yang lain kami harapkan juga berjaya, terutama di nomor double putra karena punya peluang yang besar. Meski nantinya kami harus menghadapi pesaing tangguh seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan tuan rumah Papua,” katanya.

Selain itu berkaca dari hasil Pra-PON tahun lalu, peluang DIJ untuk berjaya di PON 2021 terbuka sangat lebar. Sebab, di Pra-PON DIJ berhasil menempati rangking tiga nasional dengan raihan empat emas, satu perak, satu perunggu. Kontingen DIJ berada di bawah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Sementara itu, Gebby mengaku siap memberikan yang terbaik untuk Kota Gudeg. Apalagi dengan sejumlah persiapan, dia yakin biliar bisa meraih hasil yang diharapkan. “Saya pribadi target memang emas. Insya Allah dengan kerja keras tim bisa terpenuhi. Biliar bukan olahraga terukur, jadi siapa pun bisa menang bisa kalah. Tinggal siapa yang lebih siap,” ucapnya.

Senada dengan Gebby, Lafitri juga siap tampil habis-habisan di ajang PON ketiganya itu. Namun untuk target dia berharap minimal bisa masuk semifinal. “Karena realistis saja dengan kekuatan lawan dari daerah lain. Apalagi daerah unggulan untuk sektor putri banyak sekali seperti DKI, Jabar, Jateng, Jatim, dan Papua,” kata pebiliar peraih medali perunggu Pra-PON 2019 itu.

pebiliar yang akrab disapa Pipit itu menambahkan, latihan berjalan cukup stabil. Meski memang tim belum bisa latihan bersama. “Terkendala tidak ada yang memantau apabila ada ayunan yang kurang pas, kan tidak setiap saat pelatih bisa memantau. Tapi untungnya pas latihan saya selalu sparing sama teman,” tandasnya. (ard/laz)

Jogja Raya