RADAR JOGJA – Peluncuran Kereta Rel Listrik (KRL) Jogja- Solo yang direncanakan pada awal November ini diundur hingga akhir November. Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Supandi menjelaskan, penyebabnya masih ada pekerjaan penyelesaian atau finishing pengecekan kelistrikan yang menjadi sumber daya KRL. 

“Kami masih menyempurnakan semuanya hingga saat ini, terutama finishing masalah kelistrikan untuk KRL yang harus lebih teliti, karenanya ada kemuduran peluncuran,” jelasnya, Kamis (5/11).

Rencananya, KRL akan menggantikan kereta Prambanan Ekspres (Prameks) rute Kota Jogja dan Solo, Jawa Tengah, serta melayani calon penumpang lintas provinsi DIJ-Jawa Tengah. Selain itu juga lebih nyaman karena menggunakan tenaga listrik, lebih meredam kebisingan yang ada di kereta Prameks saat ini.

“Setelah semua pekerjaan selesai, kami akan cepat meluncurkan KRL dan rencana peluncuran operasionalnya estimasi akhir November oleh Menteri Perhubungan langsung namun masih tentative,” terangnya.

Uji coba peluncuran KRL akan menempuh rute Jogja hingga Klaten dahulu, kemudian diadakan evaluasi menyeluruh. Apabila sukses tanpa kendala, maka KRL akan melayani masyarakat hingga Kota Solo, Jawa Tengah mulai Desember mendatang.

“Akhir November kami coba sampai Klaten dulu, selanjutnya sampai Solo pada Desember atau awal tahun 2021 mendatang,” tambah Supandi.

Sementara itu unit KRL sudah berada di Daop 6 Jogjakarta meski masih menunggu penyelesaian teknis pada rangkaian kelistrikan.

“Keretanya sudah ada di Daop 6 dan sudah terverifikasi oleh tim di Pusat dan layak untuk jalan,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Raya