RADAR JOGJA – Bangsa Indonesia kehilangan sosok dalang pemberi pitutur luhur dalam pagelaran wayang nusantara. Rasa kehilangan mendalam atas kepergian dalang kondang Ki Seno Nugroho pegiat dan seni tradisional, wayang kulit.

“Bangsa Indonesia kehilangan sosok muda yang bawa pitutur luhur, Ki Seno Nugroho. Sungguh, saya ingin menyampaikan duka cita kepada keluarga almarhum Ki Seno Nugroho. semoga seluruh amal kebaikan beliau diterima Allah SWT,” kata Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto, Rabu (4/11).

Kiprah Ki Seno Nugroho dalam menghidupkan seni tradisi wayang kulit cukup banyak. Ada keteladanan sikap, wawasan kebangsaan dan rasa cinta tanah air yang dikemas dalam aneka lakon pagelaran wayang kulit.  Sosok dalang lulusan SMKI Jogjakarta ini tidak berhenti pada eksplorasi naratif lakon wayang yang pakem, tapi memberikan warna dan sumbangsih peranan multimedia dalam pertunjukan seni tradisi.

Di beberapa kesempatan, DPRD DIJ menggelar wayang kulit semalam suntuk menghadirkan Seno Nugroho. DPP PDI Perjuangan juga pernah meminta Ki Seno Nugroho tampil di HUT PDI Perjuangan.  Selain melayani permintaan pagelaran dari masyarakat, Ki Seno Nugroho  memainkan lakon yang penuh pitutur bagi kehidupan rakyat Indonesia.

“Ki Seno Nugroho sangat piawai dalam mainkan lakon, termasuk bawakan tembang Bung Karno Sang Putra Fajar karya Ki Syukron Suwondo asal Blitar, bisa ajak rakyat teladani kepemimpinan sang proklamator dalam pagelaran wayang kulit. Saya juga sangat terkesan saat almarhum mas Seno lakonkan Duryudono Gugur di DPRD,” tuturnya. (kus/ila)

Jogja Raya