RADAR JOGJA – Kampus-kampus di DIJ banyak yang lakukan kuliah daring. Akibatnya, pedagang sekitar kampus yang biasa diserbu mahasiswa, jadi terkena imbasnya. Mereka banyak yang kehilangan pelanggan. Salah satunya warung makan burjo Mandala di sekitar kampus UPNVY yang sepi lantaran mahasiswa kuliah daring.

“Karena pandemi kan mahasiswa banyak daring. Kemungkinan mereka pada pulang ke kampung halaman masing-masing. Jadi sepi,”  ujar salah seorang karyawan warung burjo Aldi Ramndhani saat ditemui Radar Jogja Senin (2/11).

Dia mengatakan, awal-awal pandemi sangat terlihat sekali perbedaanya dibandingkan sebelum pandemi. “Beda banget sih, soalnya kan penghasilan kami paling banyak langsung dari mahasiswa. Jadi waktu awal-awal itu sepi banget, sekarang sudah mulai bertambah tapi masih sedikit. Sekarang paling yang datang masyarakat umum, ojol, orang pulang main,” ungkapnya.

Dikatakan, omzetnya juga berkurang hingga 50 persen. “Kalau sebelum pandemi bisa Rp 2 juta hingga Rp 3 juta. Kalau sekarang, ya separuhnya, kadang tidak sampai,” katanya.

Saat ditanya terkait soal gaji dia mengatakan tidak ada perbedaan soal nominal gaji. “Cuman biasanya kalau ramai ada bonusnya. Kalau sekarang karena sepi tidak ada bonus,” tambah pemuda usia 20 tahun itu.

Sepinya pembeli juga dirasakan oleh salah satu warung burjo depan kampus UII, Fakultas Bisnis dan Ekonomika. Salah satu karyawannya, Lia Amalia, 16, mengatakan sejak ada kebijakan kuliah daring, warungnya menjadi sepi.  “Jauh banget perbedaannya. Kalau pas kampus, buka pengunjungnya ramai. Tapi sekarang berkurang,” katanya.

Terlebih kini warungnya hanya buka hingga pukul 22.00. Sebelumnya,warungnya buka selama 24 jam setiap hari. “Omzetnya ya kalau ramai sekarag per hari paling Rp 200 ribu, kalau sepi ya sekitar Rp 100 ribu,” kata perempuan asal Jawa Barat itu.

Terkait pengunjung, dia mengaku tidak pasti. Per hari terkadang hanya 10 hingga 10 orang saja. Dia berharap pandemi segera berakhir. “Kalau pandemi berakhir kan kampus-kampus pada buka. Jadi para pedagang, termasuk kami juga berjualan dengan normal lagi,” harapnya.

Dia mengatakan, karena pandemi ini pedagang kaki lima yang biasa jualan di depan kampus juga jadi tidak berjualan. Sebab, target pasarnya yakni mahasiswa belum mulai aktif kembali di kampus. (cr1/laz)

Jogja Raya