RADAR JOGJA – Libur panjang akhir pekan Oktober ini berdampak pula pada maraknya parkir liar. Parkir liar tengah menjadi sorotan Dinas Perhubungan Kota Jogja, karena berpotensi mengganggu arus lalu lintas yang meningkat. 

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Jogja Windarto menyatakan siap melakukan operasi yustisi maupun non-yustisi di sejumlah titik parkir. Dia menegaskan jika tidak akan mentolerir pelanggaran parkir liar di titik-titik tertentu. Khususnya di kawasan Tugu, sekitar Gedung Agung, dan Pasar Kembang.

“Di dekat gedung Agung yang utara jalan itu kadang (parkir liar) sampai hampir Traffic Light yang seperti itu yang jadi mengganggu banget. Pasar kembang (juga) pokoknya di jalur-jalur yang lagi dibutuhkan ruang lalu lintas mungkin akan kita lakukan yustisi,” jelasnya. 

Windarto menilai parkir liar di tempat-tempat terlarang berpotensi menimbulkan lalu lintas yang ruwet, selanjutnya akan ditindak yustisi dengan kepolisian. Jika masih bisa ditoleransi, pelanggar hanya akan diberikan teguran saja. 

“Kalau di tempat-tempat yang masih bisa di toleransi dengan teguran dan stiker, pokoknya kita halau,” tegasnya. 

Windarto menambahkan, titik-titik dengan antrian panjang juga terjadi di Jalan Kusumanegara sampai Jalan RE Martadinata. Penyebabnya banyak wisatawan yang menuju destinasi wisata yang ada di DIJ sebelah timur. Mulai dari Piyungan, Kawasan Breksi, dan lain-lain. 

“Habis dari sana mampir ke Jogja dengan berbondong-bondong kendaraan besar praktis jadi antrean panjang. Kalau lokasinya di simpang nanti kami urai dengan ACTS (Area Traffic Control System),” tegasnya. 

Selain parkir liar, tarif parkir juga menjadi sorotan. Forum Pemantau Independen (Forpi) Pemerintah Kota Jogja mendorong Dinas Perhubungan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menindak tegas oknum juru parkir nakal yang menaikkan tarif parkir di luar ketentuan.

“Adanya oknum jukir yang nuthuk atau menaikkan tarif parkir di luar aturan yang ada di kota Jogja kerap terjadi di saat momen libur panjang, seperti momen lebaran maupun tahun baru termasuk long weekend,” ungkap Anggota Forpi Kota Jogja bidang pemantauan dan investigasi Baharuddin Kamba.

Menurutnya, hal ini merusak citra Jogja sebagai tujuan wisata favorit pelancong. Dia menyarankan adanya penambahan sarana informasi tarif parkir, termasuk kawasan tarif progresif serta kanal-kanal pengaduan yang bisa diakses responsif.

“Termasuk para petugas yang siap menindaklanjuti apabila ada aduan warga terkait oknum jukir yang nuthuk tarif parkir. Hampir setiap tahun khususnya momen libur panjang, Forpi Kota Jogja menerima aduan terkait tarif parkir yang tidak sesuai dengan aturan,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Raya