RADAR JOGJA – Penasaran dengan hamparan kebun bunga berwarna oranye di jalan Jogja-Wonosari? Untuk bisa menikmati keindahan bunga di pinggir jalan Ngasemayu, Salam, Patuk itu, pengunjung harus mematuhi protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Tempat parkir kendaraan memadai. Cukup dengan Rp 10 ribu, pelancong dapat menyaksikan hamparan kebun bunga Amarilis. Atau sering disebut lili hujan, bakung, atau bunga bawang. Kebun ini seluas 2.000 meter persegi milik pasangan suami istri Sukdai dan Wartini.

Bunga Amarilis memang hanya mekar pada waktu-waktu tertentu saat musim hujan mulai tiba. Kesempatan menikmati keindahan bunganya terbatas. Karena hanya mekar setahun sekali dan bertahan sekitar dua minggu saja.

Penjaga tiket masuk wisata Bunga Amarilis Patuk Mujiono mengatakan, peningkatan kunjungan mulai terlihat pada Rabu (28/10) sore. Dalam buku catatannya, sudah ada 300 wisatawan yang datang.

“Pagi ini juga mulai padat. Tapi demi meminimalisasi persebaran virus korona, ada hal-hal khusus yang wajib dipatuhi bersama,” kata Mujiono saat ditemui Radar Jogja Kamis (29/10).

Prokes seperti penyediaan sarana cuci tangan menggunakan sabun, imbauan agar selalu mengenakan masker dan jaga jarak saat melakukan foto selfie, menjadi keharusan. Bahkan demi memastikan pelancong dalam kondisi fit, ada petugas linmas lengkap dengan alat deteksi suhu badan. “Karena lokasi bunga Amarilis berada di pinggir jalan, kami harus ekstra menjaga keselamatan bersama,” ujarnya.

Kata Mujiono, kebanyakan pengunjung tidak berencana datang. Akan tetapi terpesona dengan pemandangan hamparan bunga berwarna orange. Lalu, memarkirkan kendaraan kemudian turun dan berfoto dengan kamera ponsel.

Untuk diketahui, wisata Bunga Amarilis dirintis sejak 2003. Benih sekitar dua ton pada lahan seluas 2.000 meter persegi, memasuki musim penghujan 2015 bunga lili mulai bermekaran, layaknya kebun bunga di Eropa. Bunga lili perawatannya cukup mudah. Setelah benih ditanam, tanaman akan berbunga beberapa kali, tanpa perlu penanaman kembali.

Sementara itu petugas linmas di lokasi, Suyatno mengaku sedang menjalankan tugas mengingatkan pengunjung agar tertib dan menjaga keindahan bunga Amarilis. Selain itu ‘menembak’ wisatawan dengan deteksi suhu badan.

“Perlakuannya berbeda ya dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kami juga mengimbau pengunjung agar menjaga bunga agar jangan sampai rusak karena terinjak,” kata Suyatno.

Seorang pengunjung, Selvi Yuvita, sengaja mampir di kebun bungan lili bersama anggota keluarganya. Usai perjalanan dari arah Wonosari melihat pemandangan yang menakjubkan.

“Iya. Paling datang sekadar foto selfie saja. Setahun sekali ya mekarnya, jangan sampai terlewatkan,” kata Selvi, sembari bergaya di hamparan Puspa Patuk atau bunga Brambang Procol itu. (gun/laz)

Jogja Raya