RADAR JOGJA – Dampak libur panjang akhir pekan dan cuti bersama ternyata tidak dirasakan angkutan darat bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Tipe A Giwangan, Kota Jogja. Hingga Kamis (29/10), tampak bus yang keluar dan masuk terminal hanya sedikit.

Pengola administrasi perkantoran pelayanan Terminal Giwangan Aji Fajar menjelaskan, di masa libur panjang tahun ini belum terjadi peningkatan jumlah penumpang dan jumlah kendaraan dibanding tahun sebelumnya. 

“Malah angkanya masih di bawah dibanding dengan hari biasa,” ujarnya, Kamis (29/10).

Di hari biasa, lanjut Aji, rata-rata bus yang masuk maupun keluar Terminal Giwangan mencapai 1.200-1.400 armada per hari. Sementara, saat ini jumlahnya menurun drastis. Paling banyak hanya sejumlah 700 armada per hari. 

“Penumpang juga sama, sekarang rata-rata masih di angka 3.000 sementara di hari biasanya itu ada sekitar 6.000-7.000 per hari. Mungkin karena masa pandemi juga,” katanya. 

Guna memberi rasa nyaman dan aman kepada penumpang, sejumlah protokol kesehatan diterapkan. Disediakan pula fasilitas bilik sterilisasi dan tempat cuci tangan. Namun ruang tunggu masih belum dibuka. Penumpang yang datang dipersilakan langsung menaiki bus tujuan.

“Memanh belum ideal, itu masih lima atau enam (tempat cuci tangan) yang ada. Karena paling tidak di satu tempat kedatangan itu mesti ada empat tempat cuci tangan. Ke depan masih akan kami usulkan lagi untuk penambahan,” tuturnya. 

Disebutkan, sejumlah personel juga bersiaga selama 24 jam. Termasuk petugas kesehatan dan kepolisian yang berjaga untuk memastikan kondisi saat ini dapat kondusif. 

“Kami juga sudah siapkan tempat karantina kalau seandainya ada penumpang yang menunjukkan gejala covid-19,” tambahnya. (sky/tif)

Jogja Raya