RADAR JOGJA – Dua bulan belakangan gubuk kecil tempat Wakid Isrodin mengais rezeki tampak ramai. Rak-rak yang biasanya kosong kini terisi deretan bak truk dan rangka-rangka miniatur bus. Pertanda usahanya muBlai bangkit kembali.

MEITIKA CANDRA L, Kota Magelang, Radar Jogja

Gubuk itu berada di tengah perkampungan Kota Magelang. Tepatnya di RT 01/RW 09, Kampung Bojong, Jurang Ombo Selatan, Magelang Selatan. Di sanalah Isrodin, pria berusia 44 tahun itu merintis usahanya. Rupanya sudah lama dia konsisten menggeluti usaha itu. Meski, jatuh bangun menerpanya.

“Ya, begitulah usaha. Namun kali ini terkesan mendadak, sehingga tak ada persiapan sama sekali,” kata Isrodin saat ditemui Radar Jogja  (26/10). Semua itu imbas dari pandemi Covid-19.

Dia hampir putus asa mempertahankan usahanya. Selama lima  bulan usahanya mati total. Sejak awal korona bulan Maret hingga pertengahan Agustus. “Uang ludes. Pesanan cancel,”  katanya.

Hasil jerih payah yang dia kumpulkan selama ini dia gunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Tak berhenti berusaha, dia menjajal usaha baru. Dia dan istrinya, Desi Sumiati, 34, sempat membuka usaha jualan es degan. Tentu saja penghasilannya tak sebanding dengan jerih payahnya sebagai perajin miniatur truk. Rasa syukur dan kegigihan yang membuatnya mampu keluar dari keterpurukan itu.

Sejak truk oleng marak dengan modifikasi warna dan desain dia bangkit lagi. Merangkai kembali hasil keterampilannya itu. Lalu menawarkan kepada konsumen lewat online. Dua bulan berjalan, dia dibantu tiga perajin lain dapat memproduksi sedikitnya 100 miniatur bus dan truk dengan skala 1: 20 cm.

Hasil kerajinan berbahan kayu dan triplek ini didistribusikan di sejumlah daerah, Salatiga, Semarang, Temanggung, Jogja, wilayah lokal dan lain-lain. Harganya mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp ratusan ribu. “Ada 11 jenis desain miniatur kendaraan roda empat. Sisanya permainan tradisional kincir angin petruk,” ujarnya.

Berbagai inovasi dia lakukan. Di antaranya dengan menguatkan karakter, desain dan update tren perkembangan tokoh atau karakter yang digemari anak-anak. Memperkuat pembukuan dan memperluas pasar dengan mengoptimalkan media online.

26 tahun sebelumnya Wakid adalah karyawan New Armada. Dia merupakan korban pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis moneter 1998. Ia lalu banting stir menjadi perajin miniatur truk. Dia berharap usahanya dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. Terutama mampu memberdayakan warga di kampungnya. (laz)

Jogja Raya