RADAR JOGJA – Seorang pelukis cilik bernama Torres Eguen Javas Wistara, 10, memiliki cara unik dalam membuat karya. Bocah kelas SD ini menggunakan kedua tangannya untuk melukis.

Ditemui di rumahnya di Karangwaru, Tegalrjo, Torres mulai menyiapkan kanvas putih yang dipajang ditembok rumahnya. Ukurannya sekitar 30 cm kali 30 cm. Anak laki-laki berambut semir oranye itu lalu menggoreskan kuas di atas kanvas putih itu.

“Ketika saya melihat objek, langsung saya respons dengan mencurahkannya ke sebuah lukisan di kanvas,” ujar Torres Eguen Javas Wistara, 10.

Dia menjelaskan, dia bisa membuat sketsa dahulu di kertas atau langsung menggambar di atas kanvas dengan kedua tangannya.

“Lebih enak (pakai) dua tangan sekaligus, kalau satu tangan itu malah nggak enak. Kalau sehari-hari memang menggunakan tangan kiri. Kalau main bola juga pakai kaki kiri,” ungkap bocah yang hobi bermain sepak bola ini.

Torres rupanya sudah menggambar sejak umur tiga tahun. Torres kecil sering diajak sang ayah untuk melihat berbagai pameran lukisan.

“Dulu sama ayah sering diajak ke pameran lukis. Tiap pagi juga sering melihat ayah melukis. Kalau pulang ke rumah juga sering aku torehkan objek yang aku lihat ke dalam sketsa atau kanvas,” jelasnya.

Total ada lebih dari 30 lukisan yang dibuat torres. Karya-karyanya sudah tampil di berbagai pameran lukisan di Jogjakarta seperti di yang digelar di Museum Affandi. Bahkan, karyanya pernah dibeli oleh wisatawan asing asal Prancis, Inggris dan Italia dengan harga Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta.

“Kalau di sekolah juga sering ikut lomba, pernah ikut lomba lukis DIJ temanya Covid-19 dan kebetulan juara. Karyaku juga ditampilkan di Kyoto, Jepang,” katanya.

Ayah Torres, Gunawan Edi Santoso, 42, mengatakan, anaknya juga belajar banyak dari  pelukis pelukis senior. Sejumlah pelukis bahkan menjadi mentor sekaligus kawan Torres.

“Banyak pelukis seperti Klowor, Waldiyono, Totok Bukhori dan seniman lukis lainnya menjadi idola anak saya. Gaya melukis anak saya tidak saya paksakan, dia menemukan metode dengan menggunakan dua tangan itu sendiri. Saya juga tidak pernah memaksa anak saya untuk menjadi pelukis,” jelasnya. (sky/tif)

Jogja Raya