RADAR JOGJA – Kota Jogja diprediksi akan ramai wisatawan selama libur panjang Maulud Nabi dan cuti bersama mulai Rabu (28/10) mendatang. Guna mengamankan situasi, satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIJ terjunkan ratusan personel gabungan. Ratusan personel akan ditempatkan di sejumlah lokasi yang akan menjadi pusat keramaian seperti kawasan Malioboro hingga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

“Selain personel Satpol PP, kami juga berkoordinasi dengan TNI Polri untuk pengamanan dan keamanan. Rencananya akan menurunkan sekiat 120 personel,” jelas Kepala Satpol PP DIJ Noviar Rahmad, (Senin 26/10).

Noviar menyebutkan, titik fokus pengamanan tetap pada keamananan dan kenyamanan para wisatawan dan memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) tetap dijaga.

“Yang utama dari pengamanan adalah jangan sampai ada pelanggaran prokes baik oleh wisatawan maupun para pelaku-pelaku usaha dan wisata,” katanya.

Selain kawasan Malioboro, Satpol PP DIJ juga akan menempatkan personelnya di 64 titik lokasi wisata di DIJ seperti wisata pantai dan pusat perbelanjaan. Menurut Noviar, kendalanya adalah mengatur dan memastikan tidak terjadi penyebaran virus Corona di lokasi wisata.

“Dengan persiapan pengamanan ini, kami berharap dapat menekan penyebaran virus corona dan memastikan tidak terjadi klaster penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala UPT Malioboro Ekwanto menyatakan telah berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna mempersiapkan pengamanan di Malioboro.

“Untuk long weekend ini kami akan siapkan pasukan Jogoboro dan petugas Dinas Perhubungan guna menagtur laju lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan,” ungkapnya.

Ekwanto berharap, para wisatawan untuk tetap mematuhi peraturan saat memasuki Malioboro. Salah satunya menggunakan sarana kode QR untuk memastikan jumlah wisatawan di setiap zonanya. Memindai kode QR wajib dilakukan oleh seluruh wisatawan yang masuk Malioboro.

“Ini penting karena itu akan menjadi tracing awal bila terjadi satu hal,” tandasnya. (sky/tif)

Jogja Raya