RADAR JOGJA – Masih berlangsungnya pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pihak memberikan sumbangan pikiran, waktu, atau materi untuk ikut menghentikan pandemi global ini. Pandemi yang menyebabkan banyak sektor terdampak. Termasuk sektor kesenian.

Tak mau berdiam diri tanpa ikut peduli memberantas pandemi, seniman serba bisa Jogja, Hadi Soesanto (Hasoe) ikut turun ke jalan. Melakukan kampanye untuk menghentikan pandemi, dia ikut melakukan edukasi ke masyarakat agar menerapkan tiga protokol utama pemberantasan pandemi. Yakni pakai masker, cuci tangan menggunakan sabun, dan menghindari kerumunan atau menjaga jarak dengan orang lain.

Upaya yang dilakukan pelukis aliran realis dan pemain organ tunggal tersebut yakni dengan membagi-bagikan sekitar seribu masker gratis kepada para pengguna jalan di Jalan Ahmad Yani, Jogja. Ditemani dua biduanita yang tergabung dalam Hasoe Angels Management, yakni Yupy Yupita, dan Ayu Sabrina, Hasoe membagikan masker berwarna hitam dengan tulisan Hasoe Angel’s tersebut di Perempatan Titik Nol Jogja, Jumat, 23 Oktober 2020.

“Saya merasa prihatin masih belum selesainya pandemi ini. Menyebabkan banyak hal belum kembali normal. Dunia hiburan pun terkena dampak. Job belum pulih seperti sedia kala,” ujar pria paro baya yang tinggal di Kawasan Ambarketawang, Gamping, Sleman tersebut.

Para pengendara yang melewati lokasi pembagian di sebelah barat Monumen Serangan Oemoem 1 Maret tersebut antusias menerima pemberian masker gratis tersebut. Namun, salah seorang pengendara sempat menolak menerima pemberian masker tersebut. “Dia menolak karena dikira ini penjualan masker. Setelah dikasih tahu kalau gratis, dia baru mau menerima,” kenang Hadi sambil tersenyum.

Hadi mengatakan pandemi bisa segera berlalu jika segenap lapisan masyarakat bahu membahu dan saling menolong agar mematuhi protokol kesehatan. “Saling mengingatkan. Misalnya ada orang yang tidak memakai masker di tempat umum, diingatkan untuk memakai masker. Karena masker merupakan satu unsur utama pemberantasan pandemi. Agar virus tidak menyebar,” kata Hadi.

Pembagian masker dilakukan selama sekitar setengah jam. Dari pukul 16.00 hingga 17.30. “Alhamdulillah pembagian masker ini berjalan lancar, dan mendapat dukungan dari para pengguna jalan. Saya berencana untuk terus melakukan aksi semacam ini. Sama-sama berdoa agar pandemi segera berlalu. Wisata Jogja kembali seperti semula. Roda perekonomian bisa berputar lagi,” harap ayah dua anak tersebut.

Yupy Yupita mengaku senang diajak untuk membagikan masker gratis tersebut. “Paling tidak kami ikut peduli agar pandemi ini cepat berlalu. Meskipun pembagian masker gratis ini hanya sebagian kecil dari upaya pemberantasan pandemi, jika dilakukan banyak pihak, saya yakin pandemi akan segera berlalu,” kata Yupy. (iwa/ila)

Jogja Raya