RADAR JOGJA – Kantor Cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Yogyakarta mengikuti meeting zoom media workshop dan anugerah lomba karya jurnalistik BPJS Kesehatan tahun 2020, Kamis (22/10). 

Kegiatan dilaksanakan secara serentak seluruh Indonesia diikuti sekitar 700 media massa dalam rangka membahas isu-isu terkini seputar program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Kepala Humas BPJS Kesehatan Pusat, M. Iqbal Anas Ma’ruf mengatakan, meski dalam segala keterbatasan dan pengaturan yang serba ketat akibat pandemi Covid-19, kegiatan Workshop dan Anugerah Lomba Karya Jurnalistik BPJS Kesehatan tahun 2020 tetap diselengarakan.

“Kegiatan ini merupakan upaya kita bersama dalam update informasi kepada pelaku media massa terkait sistem kerja, pengelolaan, dan update kinerja program JKN-KIS yang dikelola oleh BPJS Kesehatan,” katanya dalam zoom meeting, Kamis (22/10). 

Melalui kegiatan ini, diharapkan segala informasi terkini mengenai penyelenggaraan program JKN-KIS yang telah memasuki tujuh tahun ini, dapat disampaikan kepada masyarakat. 

”Sebagaimana yang disampaikan oleh Presiden pada Hari Pers kemarin, kita dapat simpulkan bahwa peranan media massa semakin krusial dalam mewujudkan tatanan kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat Indonesia, utamanya di tengah pandemi Covid-19 yang memberikan beragam tantangan dan dampak bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk dapat melakukan adaptasi kebiasaan baru,” tuturnya.

Ditegaskan, BPJS Kesehatan memerlukan media massa sebagai mitra dalam menyiarkan progres-progres konstruktif yang berhasil dikembangkan dalam mengelola Program JKN-KIS, sekaligus untuk membentuk citra organisasi yang positif,  dan opini publik yang kuat terhadap BPJS Kesehatan. 

“Karena itu, dalam media workshop kali ini mengangkat tiga tema yang menjadi isu hangat di tengah masyarakat,” terangnya. 

Tiga tema yang dimaksudkan, di antaranya menjaga keberlangsungan program JKN-KIS, peran jaminan sosial kesehatan di era pandemi Covid-19, dan optimalisasi layanan jaminan kesehatan di era pandemi Covid-19. 

“Semoga kegiatan ini mampu mensosialisasikan beragam kebijakan dan program pemerintah yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat,” tegasnya. 

Sekretaris Eksekutif Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi, Raden Pardede menilai, BPJS berperan sebagai “Pipa” dalam program jaring pengaman kesehatan pemerintah selama pandemi, dan menjamin pelaksanaannya sesuai prinsip good governance. 

Dia menyebut, BPJS berperan menjadi pipa program dalam menyediakan basis data untuk rumah sakit dan nakes, serta melaksanakan verifikasi klaim biaya perawatan Covid-19. Juga berperan dalam bantuan iuran JKN untuk subsidi iuran JKN bagi masyarakat kurang mampu. 

“Itu sudah dipakai dan membantu arus kas di rumah sakit-rumah sakit,” tandasnya. 

Selain itu, juga konsen dalam penerapan protokol kesehatan 3 M, untuk pengalihan layanan konvensional ke layanan digital. 

“Dengan demikian, akan mengurangi penularan Covid-19,” ungkapnya. 

BPJS Kesehatan juga mendukung pengadaan vaksin, serta pelaksanaan vaksinasi Covid-19, yakni melalui tiga tahapan, antara lain penentuan target prioritas, target vaksin, dan penentuan titik-titik penyaluran.

“Bantuan itu berupa basis data dan BPJS akan dilibatkan dalam melakukan verifikasi data,” tandasnya. (sce/wia/jko)

Jogja Raya