RADAR JOGJA – Ada hikmah di balik setiap peristiwa. Ketidakjelasan bergulirnya kembali Liga karena belum ada kepastian izin dari Polri, membuat penggawa PSS Sleman dan PSIM Jogja bakal memanfaatkan “waktu kosong” mengikuti  kursus kepelatihan lisensi C di Bali.

ANA R. DEWI, Sleman, Radar Jogja

Kursus kepelatihan ini digelar 1-16 November mendatang. Dua pemain PSS ambil bagian dalam kursus ini yakni I Gede Sukadana dan Jefri Kurniawan. Sedangkan PSIM adalah T.A Musafri dan Sandy Firmansyah.

Pelaksanaan kursus kepelatihan itu berdasarkan surat edaran dari Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) Ref. No: 0172/APPI-adm/X/2020 yang dikirimkan kepada manajemen klub dan Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI. Surat berisi permohonan untuk manajemen klub agar menyediakan surat izin bagi pemain yang akan mengikuti kursus kepelatihan lisensi C.

Gede mengungkapkan, keinginan mengikuti kursus kepelatihan berawal dari informasi grup APPI. Apalagi program yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan PSSI ini juga tidak dipungut biaya alias gratis.  “Ya, istilahnya mumpung lah saat Liga juga belum jelas,” kata gelandang asal Bali ini kemarin (19/10).

Menurut dia, kursus kepelatihan ini penting karena bisa menjadi bekal di masa depan. Terlebih, jika suatu saat dirinya berencana menjadi pelatih. Tapi untuk saat ini, pemain 33 tahun itu ingin fokus ke PSS. “Belum ada rencana apa-apa, cuma tertarik saja untuk mengikuti program ini. Siapa tahu kalau pensiun ada rezeki jadi pelatih,” ujarnya.

Sementara itu, TA Musafri mengaku sejak lama memang berniat mengikuti kursus kepelatihan. Bahkan dia sudah beberapa kali mendaftar. Hanya urung terlaksana lantaran terbentur jadwal tim. “Selain itu juga pas kuotanya penuh. Kebetulan sekarang kompetisi lagi belum jelas kapan mau diputar, jadi saya daftar,” ungkap penyerang 38 tahun itu.

Rencana Musafri untuk ambil lisensi kepelatihan juga mendapat dukungan penuh dari manajemen Laskar Mataram -julukan PSIM. Pemain asal Ternate, Maluku Utara, itu bersyukur karena manajemen serta pelatih memberikan izin. “Insya Allah semoga bermanfaat buat ke depannya, siapa tahu setelah pensiun saya bisa memulai profesi yang tidak jauh dari sepak bola,” harapnya.

Penjaga gawang PSIM Sandy Firmansyah mengaku sangat senang mendapatkan kesempatan mengikuti kursus kepelatihan. Terlebih, tak semua pemain dapat ambil bagian. Sebab, setiap klub hanya diberikan jatah dua kuota pemain.

“Ini hajat Menpora untuk mantan pemain Timnas, seperti beasiswa gitu. Jadi pemain yang belum punya lisensi D, bisa langsung upgrade ke lisensi C. Alhamdulillah juga dari pihak klub sudah mendapatkan izin untuk mengikuti,” ungkap Sandy. (laz)

Jogja Raya