RADAR JOGJA – Amblesnya saluran drainase di bawah Selokan Mataram di wilayah Mayangan, kini sudah ditutup dengan beton cyclop. Untuk bisa dialirkannya kembali air di Selokan Mataram, hanya tinggal menunggu beton mengeras.

Subkoordinator Perencanaan OP Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSO) Antyarda Ikanadani menjelaskan, perbaikan drainase di bawah Selokan Mataram yang berlubang ditargetkan selesai hari ini (19/10). Sebelumnya, rongga berada di tanggul selokan sisi selatan sudah ditutup dengan beton cyclop.

Selain itu, untuk mempercepat perbaikan, pihaknya juga telah melakukan perbaikan di tanggul sisi utara kemarin (18/10). “Supaya perbaikannya tidak memakan waktu lama,” jelas Dani Minggu (18/10).

Meskipun Senin ditargetkan selesai, lanjut Dani, pengaliran air di Selolan Mataram masih menunggu beton benar-benar kering. Minimal tujuh hari lamanya dan diperkirakan air akan dialirkan pada Kamis (22/10) mendatang. Jika ingin mendapatkan hasil beton kering yang optimal, naka dibutuhkan waktu 14 sampai 28 hari lamanya.

Hanya saja, tambah Dani, waktu tersebut dirasa terlalu lama. Mengingat di Sleman sudah memasuki masa tanam kedua. “Walaupun 7 hari, sudah dirasa cukup keras. Namun lebih optimal kekerasannya 14-28 hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto mengaku petani Kalasan masih bisa bertahan jika nantinya air Selokan Mataram tidak mengalir 7-10 hari ke depan. Meskipun saat ini imbas dari tidak mengalirnya air juga telah dirasakan oleh petani. “Kalau mempengaruhi jelas, namun karena kerusakan kami harus sabar menunggu,” katanya.

Jika dalam waktu yang ditentukan air masih belum dialirkan, Janu mengaku pihaknya akan memanfaatkan sumur pompa yang ada. Pompa sudah disediakan oleh dinas terkait dan dibagikan ke setiap kelompok tani. Ia berharap perbaikan segera usai agar petani tidak mengalami kerugian. “Solusi lainnya, semoga turun hujan,” harapnya. (eno/laz)

Jogja Raya