RADAR JOGJA – Awalnya PSSI dan PT LIB menetapkan DIJ sebagai homebase tim Liga 1 dari Luar Jawa. Stadion Maguwoharjo International Stadium (MagIS) dan Stadion Sultan Agung (SSA) pun sudah berbenah. Tapi kini terancam muspra karena ketidakjelasan kelanjutan kompetisi.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Bantul Joko Surono mengakui, SSA sudah melakukan perbaikan fasilitasnya. Menurut dia, sebenarnya lapangan siap, jika akan dipakai 1 Oktober. Sesuai dengan jadwal mula restart Liga 1. Sebab sarana dan prasarananya sudah dilengkapi. Contohnya perawatan terhadap lapangan. “Saat musim kemarau kemarin, rumput diberikan penyiraman ekstra,” katanya Rabu (14/10).

Menurut dia, setiap satu minggu pihaknya rutin survei di lapangan. Tribun penonton pun turut diperbaiki, kendati suporter dilarang hadir saat pertandingan berlangsung. “Lampu penerangan juga sudah kami ganti, kemarin ada lima yang mati,” imbuhnya.

Tanpa menyebut totalnya, Joko mengungkap perbaikan SSA dilakukan secara mandiri oleh Pemkab Bantul. Dananya masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah. “PT LIB sifatnya sewa tempat. Nanti saat mulai pakai, baru sewa, nominalnya sesuai dengan Perda,” paparnya.

Sebelumnya, ada tiga klub yang berniat menggunakan SSA sebagai markas, Persija Jakarta, Bali United, dan PSM Makassar. Ketiganya tidak mengubah komitmen itu. Tapi, sistem yang digunakan oleh ketiga klub ini adalah pesan tanggal. “Sebenarnya kalau dimulai 1 Oktober, harusnya sudah mulai latihan. Tapi berhubung diundur, jadi mengajukan (perubahan jadwal, Red) tanggal latihan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) MagIS Sumadi menyebut pihak UPT tidak mempermasalahkan diundurnya kembali Liga 1. Meski MagIS dipastikan menjadi homebase sejumlah klub Liga 1. Menurut Sumadi dipakai maupun tidak, perawatan rutin tetap bakal dilakukan. “Hanya karena enggak dipakai Liga 1 perawatan jadi lebih ringan saja sih,” katanya.

Meskipun begitu, dia berharap segera ada kejelasan terkait nasib Liga Indonesia. Karena juga berpengaruh kepada nasib stadion. “Tapi kalau dari tim DIJ kami masih menunggu kebijakan dari Satgas Covid-19. Termasuk nanti bagaimana stadionnya kalau ditunda terus Liga-nya,” ungkapnya. (ard/cr2/pra)

Jogja Raya