RADAR JOGJA – Kapan restart kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2020 masih abu-abu. Klub-klub dalam extraordinary club meeting PSSI beserta PT LIB di DIJ, Selasa (13/10) sudah sepakat dilanjutkan November mendatang. Tapi izin dari kepolisian hingga kini belum turun.

Bahkan, Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono menegaskan sesuai maklumat Kapolri sebelumnya yakni untuk tidak memberikan izin keramaian selama masa pilkada dan pandemi Covid-19. Ketidakjelasan ini membuat klub kelimpungan menyiapkan tim.

Pelatih PSS Dejan Antonic mengaku cukup bingung dengan keadaan ini. “So ini tidak jelas 100 persen kapan mulai. Aduh bikin pusing saja karena kalau tidak pasti tentu mempengaruhi program latihan yang sudah disusun,” keluh pelatih asal Serbia itu ketika dihubungi Rabu (14/1).

Manajer PSS Sleman Danilo Fernando pun pesimis kompetisi bisa dilanjutkan. Apalagi saat ini bersamaan dengan pelaksanaan kampanye pilkada. Dari pengalamannya bermain di Indonesia, saat ada pilkada izin sulit turun. Perkiraannya kompetisi baru bisa dilanjutkan setelah pilkada. “Paling cepat Desember, tapi mudah-mudahan ada mukjizat, ada perubahan dan izin bisa turun,” katanya tadi malam.

Danilo pun mengaku sudah berkomunikasi dengan Dirut PSS Marco Gracia Paulo, terkait kelanjutkan program klub. Dia meyakini PSSI dan PT LIB sudah melakukan komunikasi dengan Polri. “Sampai saat ini program tetap jalan sampai ada kepastian liga,” ungkapnya.

Hal yang sama juga dikeluhkan pelatih PSIM Jogja Seto Nurdiyantara. Menurut dia, hasil extraordinary club meeting menunjukkan keseriusan klub menginginkan kompetisi dilanjutkan. Tapi yang menjadi perhatian Seto adalah persiapan tim Laskar Mataram. Mantan pelatih PSS itu menyebut, dari sisi psikologis pemain akan terdampak. “Karena harus menunggu lagi, kami terus latihan tapi tidak tahu jadi tidaknya kompetisi. Tapi saya ingatkan pemain tetap fokus sembari kami semua belajar,” kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Manajer PSIM Jogja David MP Hutauruk berujar, pihaknya hanya bisa menunggu kepastian waktu kompetisi sembari terus mempersiapkan tim sebaik mungkin. Tapi terkait penundaan kembali kompetisi ini, David meminta agar PSSI dan LIB turut memerhatikan dan melakukan mediasi dengan pihak terkait. “Di antaranya penyesuaian subsidi, kontrak pemain, pelatih, dan ofisial, dan lain sebagainya. Itu sangat penting,” ujarnya.

Nah, terkait perizinan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengungkapkan permohonan izin sudah disampaikan kepada pemerintah dalam hal ini Presiden RI dan kepolisian. Dengan harapan November izin sudah dikeluarkan untuk pelaksanaan kompetisi. “Parameternya adalah Jakarta sudah dibuka dari PSBB. Pasti ini akan menjadi kajian dari pihak kepolisian karena ekspektasi sepak bola luar biasa,” kata pria yang akrab disapa Iwan Bule itu. “Suporter juga memberi harapan penuh ingin kompetisi bergulir kembali. Dan saya minta kepada suporter khususnya yang punya basis fans yang besar, tolong diikuti anjuran dari federasi untuk nonton di rumah saja karena ini disiarkan secara langsung,” imbuh dia. (ard/pra)

Jogja Raya