RADAR JOGJA – PT KAI Daop 6 Jogja bersinergi dengan instansi-instansi melakukan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang kereta api. Salah satunya di JPL 351 Lempuyangan, Rabu (14/10).

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Jogja Eko Budiyanto mengatakan, sosialisasi keselamatan sebagai salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin berlalu lintas di perlintasan sebidang. “Dengan masyarakat tahu berlalu lintas yang baik di perlintasan sebidang, maka ini juga untuk menekan angka kecelakaan,”  katanya di sela sosialisasi.

Sosialisasi juga diselenggarakan serentak di 33 titik perlintasan sebidang kereta api di Jawa dan Sumatera. Dalam kegiatan ini, KAI Daop 6 Jogja menggandeng Polri, dinas perhubungan, pemerintah daerah, dan komunitas pencinta kereta api. “Kolaborasi antara stakeholder sangat diperlukan, karena keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sosialisasi dilakukan dengan membentangkan spanduk dan membagikan pamflet berisi peraturan dan tata cara berkendara saat melewati perlintasan sebidang, beserta peraturan-peraturan yang mengatur. Imbauan juga disampaikan melalui pengeras suara agar pengguna jalan selalu berhati-hati. “Ini akan terus kontinyu kami lakukan karena KRL sebentar lagi operasional,” jelasnya.

Kereta rel listrik ini akan mulai diujicobakan akhir Oktober atau awal November dengan rute awal Jogja-Klaten. KRL merupakan kendaraan dengan suara relatif halus dan kencang seperti yang sudah ada di Jakarta. Sehingga, hal ini perlu disosialisasikan sejak sekarang agar masyarakat tidak kaget dengan keberadaan KRL yang mulai operasi di Jogja.

Sementara itu, Kabid Keselamatan dan Teknologi Transportasi Dinas Perhubungan DIJ Didit Suranto mengatakan, perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Banyaknya perlintasan sebidang di sepanjang rel dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api. “Ini  juga menjadikan perlintasan sebidang sebagai salah satu titik rawan kecelakaan,” katanya.

Untuk menghindari kecelakaan, pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan mengurangi kecepatan. Berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup, dan ada isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. “Perlintasan liar tidak diizinkan, kebanyakan kalau di DIJ ada di Kulonprogo. Kami khawatirkan kalau nanti sudah eksis kereta bandara dan KRL, frekuensi kereta semakin padat,” paparnya. (wia/laz)

Jogja Raya