RADAR JOGJA – Gayung bersambut, semangat yang sama untuk bangkit melawan pandemi juga ditunjukkan para pengusaha pariwisata lokal di Kulonprogo. Banyak usaha kuliner berkonsep pariwisata yang muncul bak jamur di musim penghujan. Salah satunya kedai kopi Ampirono di Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo.

Usaha kuliner ini tidak hanya menjual produk makanan lokal dengan cita rasa khas tradisional. Dilihat dari lokasinya juga sangat memanjakan mata. Berada di hamparan lahan yang luas dengan kontur perbukitan di kaki Bukit Menoreh, kedai kopi ini mulai banyak dikunjungi wisatawan.

Pengelola Kedai Kopi Ampirono Syarif Omela mengatakan, usaha kuliner dengan konsep tradisional, serupa warung minimalis di tengah hamparan alam yang menawan sengaja dipilih untuk menepis kecurigaan warga yang saat ini cukup waswas dengan penularan korona.

“Kedai kami terbuka, para pelanggan tidak duduk di dalam ruang tertutup, melainkan bisa bersantai di bawah joglo atau di bawah tegakan pohon yang asri. Mata mereka juga dimanjakan dengan keindahan alam di sekitarnya,” ungkapnya.

Ditegaskan, untuk memberi jaminan keamanan, prokes pencegahan Covid-19 diterapkan dengan ketat. Sesuai quality tourism, para pengunjung di kedai ini juga berkualitas. Mereka mampu menghabiskan waktu dengan baik bersama keluarga atau orang-orang terdekat.

“Mereka bisa betah lama di sini tanpa harus buru-buru pulang. Dengan begitu mereka juga bisa membelanjakan uangnya dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Disinggung menu andalan yang disediakan, Syarif menyebut kopi jos dan nasi progo khas Ampirono. Sajian kopi jos terlihat sangat sederhana, namun unik dan selalu diburu pelanggan. Dalam sehari Ampirono bisa menghabiskan 6 kilogram kopi atau setara 500 cangkir kopi untuk disajikan.

“Kopi ini tidak hanya sebatas seduhan kopi, tetapi juga ada rempah-rempah yang menyehatkan. Sensasi yang dicari yakni ketika arang kayu asem dicelupkan di kopi jos. Sejauh ini, itu yang menjadi sajian kopi andalan di sini,” ungkapnya.

Sementara nasi progo juga menjadi sajian yang banyak diburu. Menu makanan ini adalah sajian nasi yang dibungkus daun jati atau pisang dan dipadu sayur mi, telur ayam, tahu dan tempe. Harganya sangat murah, Rp 7 ribu satu porsi.

Salah seorang pengunjung, Niken Ayu, warga Godean, Sleman, mengungkapkan, ia sengaja datang bersama keluarga untuk menikmati sensasi Kedai Kopi Ampirono. Ia juga memesan kopi jos dan nasi progo yang sudah cukup terkenal itu.

“Ternyata enak. Kami juga bisa menghabiskan waktu berkualitas di sini dengan keluarga. Udaranya sejuk dan pemandangannya wow,”  ungkap Niken. (tom/laz)

Jogja Raya