RADAR JOGJA – Total kerugian pasca demonstrasi yang berujung kerusuhan di sekitar gedung DPRD DIJ, Jalan Malioboro, ditaksir mencapai Rp 750 juta. Dana sebesar Rp 200 juta disiapkan Pemkot Jogja untuk memperbaiki fasilitas umum yang rusak.

Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti menjelaskan, fasilitas yang diperbaiki misalnya beberapa lampu yang pecah, pot bunga, bangku, serta tembok yang dicoreti dengan pylox. “Sudah kami lakukan perbaikan sejak hari Jumat. Kemarin sudah mulai terlihat bagus dan normal kembali,” jelas Haryadi setelah menemui Gubernur DIJ Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Senin (12/10).

Anggaran yang disiapkan tidak melibatkan kerusakan Restoran Legian yang terbakar. Sebab, Pemkot Jogja tidak menyiapkan skema ganti rugi. “Tidak ada ganti rugi kami (membenahi) infrastruktur di Malioboro dan itu kerja sama dengan pemprov dan pemkot. Karena kami bukan pada proses penggantian itu, tapi supaya tidak terulang kembali,” jelasnya.

Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana menjelaskan, total kerugian saat kerusuhan Kamis (8/10) itu sekitar Rp 750 juta. “Kami sudah berkoordinasi dengan Forkominda, kerusakan sudah didata kira-kira di bawah Rp 1 miliar, termasuk warung atau PKL di depan kantor DPRD,” ungkapnya.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto menjelaskan, saat ini kepolisian masih menyelidiki dan mencari pelaku perusakan gedung DPRD DIJ dan Restoran Legian. “Masih dalam tahap penyelidikan. Mempelajari beberapa petunjuk berupa rekaman CCTV maupun rekaman yang beredar di masyarakat. Mudah-mudahan ada titik terang siapa yang melakukan perusakan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri Cabang Semarang telah melakukan penyelidikan di Restoran Legian yang terbakar. “Labfor akan melaporkan secara resmi ke Kapolresta. Hasilnya sekarang saya belum tahu,” tandasnya.

Sejauh ini, polisi baru menetapkan empat orang tersangka sebagai pelaku perusakan pos polisi di Jalan Abu Bakar Ali Kota Jogja. Sebelumnya, sebanyak 95 orang sempat diamankan saat kerusuhan terjadi.

Dua anggota kepolisian dilaporkan mendapat perawatan di RS karena terluka saat melakukan penanganan. Satu di antaranya dikatakan mengalami stroke karena terluka di bagian kepala. “Mau dikirim ke Jakarta untuk mendapat perawatan. Memang ada potensi stroke, tapi terpicu karena benturan di kepala,” jelasnya. (tor/laz)

Jogja Raya