RADAR JOGJA – Tanaman hias kini sedang digandrungi dan menjadi hobi baru bagi banyak orang sejak adanya pandemi Covid-19 yang menuntut seseorang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Saking ramainya, tanaman ini bisa mencapai harga Rp 100 juta.

Beberapa tanaman hias yang lagi tren adalah jenis dedaunan seperti monstera, keladi, dan aglonema. Janda bolong adalah sebutan yang lebih akrab untuk tanaman hias jenis monstera di Indonesia. Ini berawal karena bentuk daunnya berlubang-lubang, sehingga disebut Ron dho bolong yang dalam bahasa Jawa artinya daun yang dipenuhi lubang.

Seiring berjalannya waktu, orang keliru menyebutnya menjadi rondo bolong yang sama artinya dengan janda bolong. “Janda bolong ini memang lagi ngehits, cuma barangnya sudah agak susah,” kata Suyitno, penjual tanaman hias di Pasar Pasty Jogja, Minggu (11/10).

Ia menjelaskan sebelum kehabisan stok dalam sehari banyak permintaan dari pelanggan belum lama ini. Dalam sehari ia mampu menjual sekitar 20-40 polibag janda bolong. Meski harga di media sosial sangat tinggi mencapai puluhan hingga ratusan juta, ia menjual tak sama dengan harga itu. “Kalau saya nggak ngikuti harga-harga di medsos. Saya tetap harga standar,” ujarnya.

Laki-laki 48 tahun itu sebelumnya menjual harga standar antara Rp 10 ribu – Rp 20 ribu untuk tiga daun. Sekarang naik menjadi Rp 30 ribu – Rp 40 ribu. Dalam satu pot jumlah daun tergantung dengan tanamannya. Ditanya kenapa harga yang dijual berbanding terbalik dengan di medsos, karena sudah masuk ke para tengkulak.

“Kalau di sini nggak mungkin dijual sampai segitu. Kebanyakan itu masuk ke tengkulak. Kalau barangnya biasa, nggak mungkin sampai jutaan. Kecuali variegata yang ada perpaduan warna putihnya, memang harganya mahal sampai jutaan,” jelasnya.

Menurutnya, jenis tanaman hias janda bolong monstera ini berbeda-beda dan memiliki tingkatan sendiri-sendiri. Ada jenis monstera obliqua, monstera adansonii, variegata, dan lain-lain. Namun kebanyakan yang dijual di Pasar Pasty jenis janda bolong biasa, yang hanya didominasi warna daun hijau. “Kalau daunnya hijau biasa nggak sampai jutaan. Kebanyakan di Pasty yang biasa jenisnya,” terangnya.

Sama halnya dengan Wadji, penjual tanaman hias di Pasar Pasty. Dia menjual jenis janda bolong yang biasa. Tapi berbeda, dia menjual Rp 10 ribu satu daun. “Saya nggak menjual sesuai di medsos, ya nggak laku nanti. Kadang-kadang cuma bom-boman,” tambahnya.

Meski demikian, dia juga menjual jenis tanaman hias lain yang juga tak kalah digandrungi masyarakat selama pamdemi. Ada tanaman hias philo dan aglonema yang masih diincar. Tanaman Aglonema ini yang dia bandrol hingga jutaan.

“Sebenarnya janda bolong itu sudah ada lama. Mungkin orang sudah pada bosan pengen ngurangi stres lari ke tanaman dan jadikan peluang bisnis,” prediksinya yang menyebut karena banyak terekspose, sehingga dihargai tinggi. (wia/laz)

Jogja Raya