RADAR JOGJA – JERCOVID-19 memberi bantuan kepada delapan warga yang terdampak kerusuhan dalam aksi penolakan UU Cipta Kerja pada Kamis (8/10) lalu menerima bantuan.

“Bantuan ini sebagai wujud keprihatian kita atas terjadinya kerusuhan massa mengakibatkan beberapa kerusakan,” kata Koordinator JERCOVID-19 Wawan Harmawan di DPRD DIJ, Senin sore (12/10).

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pihak DPRD DIJ, Pemprov, maupun Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menyoroti bahwa aksi yang terjadi pada Kamis lalu menyisakan sejumlah kerusakan. Pihaknya berharap ada langkah tegas dari kepolisian untuk mengusut demo yang berakhir dengan kericuhan itu. Pihaknya juga berupaya memberikan dukungan anggaran untuk membantu warga terdampak.

“Kerusakan itu memperparah situasi dan kondisi. Kami mohon pada Pemda DIJ untuk koordinasi dengan Pemkot dan Pemkab untuk membantu yang terdampak aksi perusakan. Pemda akan ikut membantu dari Komisi A akan memberi dukungan anggaran,” tuturnya.

Sekprov DIJ Kadarmanta Baskara Aji turut mengapresiasi langkah cepat pemulihan tersebut. Dia meminta agar masyarakat tidak hanya terfokus pada kerusakan, namun juga perlu menjaga kondusifitas DIJ.

“Saya kira kita tidak perlu melihat besar santunan yang diberikan tetapi yang paling penting adalah bagaimana perjuangan kita untuk menjaga jogja agar tetap ayem tentrem. Kita minta kepada yang kemarin melakukan perusakan itu diberikan kesadaran untuk tidak melakukan lagi,” ujarnya. 

Di kesempatan yang sama GKR Hayu menyampaikan pesan agar warga Jogja melihat dan menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih cerdas dan bukan dengan kekerasan.

“Warga jogja ini spesial bukan yang membalas kekerasan dengan kekerasan. Kita harus selalu mencari cara yang lebih mengena untuk menyelesaikannnya,” ungkapnya. (sky/tif)

Jogja Raya