RADAR JOGJA – Para pelaku seni keprajuritan tradisional atau bregada menggelar apel siaga, Minggu sore (11/10). Ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya kedamaian di DIJ. Apel siaga itu digelar sebagai respons terhadap kericuhan dan aksi anarki yang terjadi dalam demonstrasi menolak rancangan Undang-Undang Cipta Kerja di Kota Jogja beberapa hari lalu.

Apel siaga yang digelar Paguyuban Bregada Rakyat DIJ itu berlokasi di halaman Gedung DPRD DIJ. Acara tersebut diberi tajuk Gelar Siyaga Hangrekso Tentreming Praja atau Apel Siaga Jaga Jogja Damai. Apel siaga itu diikuti sekitar 100 orang yang berasal 36 kelompok bregada di DIJ. Mereka datang mengenakan busana prajurit tradisional.

Dalam acara  tersebut, para peserta bersama-sama membaca deklarasi untuk menjaga kedamaian DIJ. Setelah itu, mereka melakukan kirab di kawasan Malioboro. Penggagas apel siaga Widihasto Wasana Putra mengatakan, acara itu digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap tindakan anarki yang terjadi dalam aksi unjuk rasa pada Kamis (8/10).

”Acara ini digelar sebagai bentuk rasa keprihatinan teman-teman paguyuban bregada rakyat atas kejadian anarki yang beberapa hari lalu terjadi di tempat ini,” ungkapnya. (sky/ila)

Jogja Raya