RADAR JOGJA – Wakil Ketua Sekretariat Satgas Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Pemprov DIJ Biwara Yuswantana menjelaskan detil lonjakan angka pelanggaran. Peningkatan terjadi karena intensitas operasi yustisi juga bertambah. Terutama di ruang publik dan destinasi wisata.

Berdasarkan catatan terjadi peningkatan signifikan dari Agustus ke September. Tercatat ada sekitar 5.000 orang yang terjaring operasi yustisi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19 medio Agustus. Meningkat jadi lebih dari 12.000 orang selama medio September.

“Peningkatan pelanggaran itu selaras dengan frekuensi operasi yustisi. Memang kami dorong untuk meningkatkan operasi yustisi,” jelasnya ditemui usai sosialisasi penggunaan masker di Pasar Beringharjo, Rabu (7/10).

Peningkatan operasi, lanjutnya, untuk merespon peningkatan aktivitas luar ruang di wilayah Jogjakarta. Apabila tak diawasi maka pelanggaran prokes akan terus bertambah.

Kepala Pelaksana BPBD DIJ ini mencontohkan pelanggaran di destinasi wisata. Maraknya temuan justru berada di kawasan pesisir pantai. Tidak sedikit para wisatawan yang melanggar prokes khususnya penggunaan masker.

“Tempat wisata di pantai imagenya aman, lalu mengurangi protokol. Padahal ini tidak tepat. Selama pandemi, protokol kesehatan tetap wajib dijalankan,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini Biwara meluruskan respon yang beredar bahwa program pembagian masker dianggap terlambat. Menurutnya pembagian masker tetap berlaku rutin setiap bulannya.

“Program kali ini kami bagikan 130 ribu masker di setiap kabupaten kota. Pembagian masker ini simultan, karena ancaman virus ini tak kelihatan lalu kebutuhan masker ini sangat penting,” katanya.

Program pembagian masker merupakan inisiasi BNPB. Masuk dalam program Gerakan 1 Juta Masker. Target pembagian masker adalah ruang publik, pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan. Diharapkan rampung akhir November.

Asisten Kesra Pemkot Jogja Sisruwadi menegaskan kunci utama prokes adalah kesadaran personal. Terlebih kondisi pandemi Covid-19 belum rampung. Artinya potensi persebaran kasus masih sangat tinggi.

Dia berharap warga menjalankan prokes Covid-19 secara disiplin. Sehingga upaya menekan persebaran kasus menjadi tanggungjawab bersama. Tak hanya pemerintah maupun Satgas Covid-19 yang dipandang sebagai penyusun regulasi.

“Harapan kami setelah diberi masker tolong untuk bisa menjaga kesehatan masing-masing. Capek kita, sia-sia karena edukasi sudah tidak kurang-kurang tapi kesadaran masyarakat masih kurang. Jangan hanya menunggu adanya operasi yustisi,” keluhnya. (dwi/tif)

Jogja Raya