RADAR JOGJA – Kompetisi Liga 1 resmi ditunda hingga sebulan ke depan. Akibat penundaan itu, sejumlah tim memilih meliburkan skuadnya. Namun tidak dengan PSS Sleman. Tim berjuluk Super Elang Jawa itu tetap melakukan latihan seperti biasa.

Pelatih Fisik PSS Danang Suryadi menjelaskan, latihan tetap diberlakukan karena belum ada kepastian kompetisi dari PSSI. Selain itu, tim pelatih tak mau anak asuhnya terlalu santai meski kelanjutan kompetisi masih tanda tanya. “Ini kesepakatan manajemen dan tim pelatih kita belum ada libur. Kalau sudah ada kepastian, mungkin kami bisa hitung-hitungan kalaupun libur berapa lama terus kembalinya nanti harus mulai dari program apa,” ujarnya Senin (5/10).

Dikatakan, pada situasi seperti saat ini tim pelatih ingin Bagus Nirwanto cs tetap berada dalam kondisi fit. Dengan harapan seandainya kompetisi benar-benar dilanjutkan, skuad PSS dalam kondisi yang siap.

Dalam waktu dekat PSS diagendakan menggelar beberapa kali uji coba. Adapun serangkaian uji coba dilakukan untuk mempertahankan suasana kompetisi. “Uji coba di Oktober supaya anak-anak termotivasi dan tidak jenuh karena latihan terus tapi tidak ada pertandingan,” katanya.

Uji coba sekaligus dilakukan untuk melihat kesiapan pemain secara mental. “Jadi kami bisa lihat di friendly match yang akan digelar beberapa kali ini,”  tambah Danang.

Kendati demikian, hingga kini sesi latihan PSS masih belum didampingi pelatih kepala Dejan Antonic beserta asisten pelatih Mladen Dodic Doda. Juga belum dihadiri bek asing Aaron Evans. Ketiganya masih tertahan di negara masing-masing karena terkendala administrasi akibat Covid-19.

Sementara itu, dokter tim PSS Elwizan Aminudin memastikan protokol kesehatan (prokes) ketat tetap diterapkan di setiap kegiatan Super Elja. Satu di antaranya yaitu dengan menjalankan swab test setiap dua pekan sekali.

Di sisi lain, untuk meminimalisasi pemain dari risiko cedera saat berlatih, dokter tim punya cara tersendiri yaitu dengan membedakan tindakan terapi ice bath. “Metode berendam di air dingin antara 10 atau 5 derajat celcius. Untuk mencegah terjadi robekan kecil pada otot, atau yang tadinya ada benturan di latihan dengan berendam itu dia akan sedikit melancarkan peredaran darah,” jelas dokter yang akrab disapa Amin itu.

Program Latihan Jadi Terganggu

Usai meliburkan skuadnya, PSIM Jogja kembali menjalani latihan di Stadion Mandala Krida Senin(5/10) sore. Latihan tetap diberlakukan sembari menunggu kepastian kompetisi dari federasi sepak bola Indonesia alias PSSI.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantara mengatakan, anak asuhnya dalam kondisi yang cukup baik. Meski begitu, sejumlah hal masih perlu dibenahi. Apalagi dampak mundurnya kompetisi cukup membuat program latihan menjadi terganggu. “Kami berusaha mempertahankan yang ada saja. Artinya berusaha menjaga performa saat ini dan juga meningkatkan agar lebih baik lagi,” ujarnya.

Sebelumnya, tim kebanggaan Brajamusti dan The Maident ini juga sudah melakoni tiga kali uji tanding. Masing-masing melawan klub kontestan Liga 1 Barito Putera, PS HW UMY, dan Satria Adikarta.

Hanya, menurut Seto uji tanding tersebut tidak bisa dijadikan patokan. Terlebih dari ketiga tim, dua di antaranya punya level yang jauh di bawah PSIM. “Pembenahan biasanya sharing dari pemain, apa yang dirasakan. Kalau dari sektor sebenarnya sudah ada peningkatan dan dari segi permainan serta sisi kolektifitas sudah mulai ada progres,” beber Seto.

Guna mematangkan persiapan PSIM berencana menggelar uji coba kembali dengan tim Liga 1 yang bermarkas di Jogjakarta. Hanya, saat ini agenda uji coba masih dalam tahap pembicaraan manajemen klub. “Kami masih lihat waktu kapannya. Kemarin kan sudah sama Barito, jadi lihat nanti dengan tim Liga 1 kapan waktu yang pas,” kata pelatih berlisensi AFC Pro itu.

Sementara itu, pelatih fisik PSIM Asep Ardiansyah berujar sejauh ini tidak ada masalah khusus dalam hal fisik. Bahkan, beberapa pemain yang sempat didera cedera sudah berangsur membaik. (ard/laz)

Jogja Raya