RADAR JOGJA – Pasien positif Covid-19 di DIJ didominasi oleh usia muda. Kelompok usia ini banyak yang terpapar virus korona karena memiliki mobilitas dan aktivitas cukup tinggi di luar rumah.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIJ Pembajun Setyaningastutie menjelaskan, data kejadian menunjukkan penularan Covid-19 di DIJ didominasi rentang usia 21-30 tahun. Hal ini menunjukkan potensi paparan tertinggi terjadi pada usia produktif.

Hal ini karena kebanyakan anak muda merasa memiliki daya tahan tubuh yang baik, sehingga meyakini dirinya tidak terpapar Covid-19. Padahal mereka tetap berpotensi tertular, bahkan menjadi carrier atau pembawa virus yang bisa menulari kelompok rentan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan DIJ, hingga 1 Oktober lalu  kelompok umur 21-50 tahun mendominasi kasus positif di DIJ yakni 1.492 kasus. Adapun kelompok umur 1 hingga 10 tahun berjumlah 122 kasus. Sedangkan jumlah kasus positif di DIJ adalah 2.791 kasus menyusul adanya penambahan 19 kasus positif Minggu (4/10).

Pembajun mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meminimalisasi aktivitas di luar rumah. Serta selalu menerapkan protokol kesehatan bila terpaksa beraktivitasi di luar. “Yang penting kita bentengi diri melakukan kegiatan dengan mengindahkan protokol kesehatan. Harus hati-hati bahwa saat ini paparan virus corona bisa tidak ada gejala. Sehingga bahaya orang usia produktif ini merasa sehat lalu kemana-mana,” ungkapnya.

Pembajun menambahkan, beberapa waktu ini terjadi tren peningkatan kasus positif. Ini sejalan dengan meningkatnya upaya kontak tracing yang dilakukan kepada pasien positif termasuk para pelaku perjalanan. “Kita catat kasus Covid-19 didapat dari hasil tracing. Jumlah  ini juga didominasi pelaku perjalanan. Perlu didukung dengan baik, boleh beraktivitas tapi protokol kesehtaan harus diterapkan,” ungkapnya.

Dikatakan, saat ini penularan virus tengah meluas pada tataran komunitas atau populasi. Penularan telah terjadi di tempat-tempat kerumunan yang minim penerapan protokol kesehatan. “Penularan di komunitas bisa muncul dari kerumunan yang tidak jaga jarak fisik, ditambah mengabaikan pemakaian masker secara benar,” katanya.

Menyikapi hal itu, Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengungkapkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian terutama di tempat umum. “Lebih baik anggap kita positif (Covid-19) biar bisa jaga diri dan saling menjaga. Harapannya upaya penerapan protokol kesehatan bisa jadi kebiasaan penting,” tuturnya.

Terbitnya Pergub DIJ Nomor 77 Tahun 2020 menjadi salah satu upaya yang ditempuh Pemprov DIJ untuk menegakkan protokol kesehatan. Pada pergub tertuang langkah penerapan protokol kesehatan Covid-19 dan agar pendisiplinan serta sanksi pelanggaran yang berlaku.

Huda menyarankan Satpol PP agar membuat tim khusus di setiap titik rawan. Para petugas juga perlu diberi pengarahan dan insentif untuk meningkatkan kapasitas. Ia berharap pemantauan dapat dilakukan secara luas dan menyasar pada pusat kerumunan dan keramaian. “Kita mengandalkan kesadaran masyarakat dan bantuan aparat keamanan. Yang paling penting di setiap ruang publik melakukan swadaya untuk melakukan protokol kesehatan,” tuturnya. (tor/laz)

Jogja Raya